Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Mimisan dan Penyebabnya

oleh: dikca     Pengarang : RS. Nirmala Suri
ª
 
Mimisan, istilah medisnya epistaksis, yaitu pendarahan atau keluarnya darah dari hidung. Menurut
penyebabnya, secara umum dibagi menjadi dua, yaitu :

A. Epistaksis atau mimisan karena trauma
Mimisan akibat bersin terlalu keras, buang ingus terlalu keras, dikorek-korek dengan jari terlalu sering dan
keras, kena tinju atau pukulan, pemasangan sonde [selang] melalui hidung dan sebagainya.

B. Epistaksis atau mimisan spontan, dapat terjadi pada :

1. Infeksi akut atau kronik hidung seperti polip hidung, rinitis atropikan (radang melisut selaput lendir hidung),
ulserasi (tukak) pada perforasi (lubang) septum (sekat ) hidung dan pada penyakit sistemik seperti morbili,
cacar air, TBC paru, rinitis alergika
2. Penyakit sistem vaskuler seperti anomali (kelainan) arteri (pembuluh darah nadi) seperti arteriosklerosis
(penebalan dinding pembuluh nadi) dan hipertensi, tekanan vena (pembuluh balik ) yang meninggi.
Asma bronkial, bronkitis, pertusis, emfisema [pelebaran dan pecahnya gelembung paru abnormal ] dan
lain sebagainya.
3. Gangguan pembekuan darah.
defisiensi protrombin (kekurangan zat pembekuan darah), hemofilia (pendarahan sukar berhenti) dll
4. Penyakit darah (leukimia, limfosarkoma / tumor kelenjar getah bening, anemia apalstik)
5. Penyakit jantung (penyakit jantung rematik, endokarditis /radang endokardium/ selaput ondotel
rongga jantung, penyakit jantung bawaan dll).
6. Gangguan endokrin (kehamilan, diabetes mellitus, menopause)
7. Tumor Ganas hidung
8. Tak dapat diklasifikasikan

Menurut lokalisasi pendarahan hidung :

1. Pendarahan dari depan.
Umumnya terjadi pada anak. Sering berasal dari daerah kiesselbach, yaitu daerah tempat cabang terminal
(ujung akhir] sistem karotis eksterna dan interna bertemu dibagian kartilago (tulang rawan) septum
nasi (sekat /dinding pemisah hidung). Karena letaknya terbuka, daerah ini mudah terkena trauma.

2. Pendarahan dari bagian belakang
Pada ujung posterior konka inferior terdapat suatu daerah dengan vena yang melebar. OLeh Woodruff
daerah ini disebut pleksus (anyaman/jalinan syaraf dan pembuluh darah ) naso faringeal. Pada daerah ini
terdapat pula arteri spenopalatina yang merupakan cabang arteri maksilaris (rahang atas ) interna. Daerah
ini sering mengalami pendarahan banyak, terutama pada penderita hipertensi yang telah lanjut usia.

Tindakan

Setiap terjadi pendarahan , tetapkan dulu lokalisasinya. Tapi kadang hal ini sulit dilakukan bila darah
terus mengalir dan vestibulum nasi (serambi /bagian depan rongga hidung) penuh bekuan darah. Bila
penderita syok, harus diatasi syok nya dulu.
Pendarahan hidung pada anak umumnya terjadi pada daerah kiesselbach dan biasanya tak sulit mengatasinya.
Sebagian besar dapat berhenti sendiri.Bila belum berhenti dokter atau tenaga kesehatan mengatasinya dengan
salah satu atau kombinasi tindakan berikut :
1. Pemasangan tampon atau sumbat
2. Kauterisasi (membakar untuk koagulasi jaringan) secara kimia atau listrik.
3. Pemberian obat koagulansia untuk mempercepat pembekuan darah.
4. Ligasi (pengikatan atau menutup saluran) pembuluh darah secara bedah.
Sedangkan bagi orang awam atau orang tua, untuk pertolongan pertama pada mimisan segera saja beri tampon
dengan kasa steril atau kain bersih, atau pencet hidung yeng berdarah dengan jari tangan. Atau kalau kedua
hidung yang berdarah, pencet keduanya sekalidus, bernapas lewat mulut. Segera bawa ke dokter untuk
pertolongan lebih lanjut.

Pengamatan :

Untuk meminimalisasi serangan mimisan terutama yang berulang, salah satunya dengan memerhatikan
kejadian serta faktor yang mendasari. Lakukan pengamatan, kira-kira faktor/ kondisi apa waktu timbulnya
mimisan. Apakah demam , disertai sakit kepala hebat, ada perdarahan spontan lain ,misalnya gusi berdarah,
pendarahan bawah kulit (petechiae, echimosis), badan mudah lelah dll. Dengan pengamatan itu dapat membantu
mencari penyebab atau penyakit yang mendasari mimisan atau epistasis yang terjadi.
Jangan lupa hidup sehat dengan berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi tinggi, cukup istirahat dan
menjaga kebersihan. Bila ada anggota keluarga yang mengalami epistaksis atau mimisan, tidak perlu panik meski tetap
waspada.
Diterbitkan di: 09 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.