Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Perkembangan Kognitif Anak Tuna Netra

oleh: eagle2013    
ª
 
Perkembangan Kognitif Anak Tuna Netra
Pada dasarnya setiap anak akan mengalami perkembangan kognitif. Baik pada anak yang normal maupun yang tidak normal. Bagaimana perkembangan kognitif pada anak tuna netra?
Menurut pendapat Somantri (2005) sebagai akibat dari ketunanetraan, pengenalan dunia luar anak, tidak dapat diperoleh secara lengkap dan utuh. Akibatnya perkembangan kognitif anak tuna netra cenderung terhambat dibandingkan dengan anak-anak normal lainnya. Indera penglihatan adalah salah satu indera penting dalam menerima informasi dari luar.

Anak-anak tuna netra memiliki keterbatasan atau bahkan ketidakmampuan dalam menerima rangsang atau informasi dari luar dirinya melalui indera penglihatan. Penerimaan rangsang hanya dapat dilakukan melalui pemanfaatan indera-indera lain diluar indera penglihatannya. Indera penglihatan memegang peranan dominan dalam proses pembentukan pengertian atau konsep terutama secara visual.

Karena kurangmya stimulasi visual, perkembangan bahasa anak tuna netra juga tertinggal dibanding anak awas, kemampuan kosa kata mereka terbagi atas dua golongan, yaitu kata-kata yang berarti bagi dirinya berdasarkan pengalamannya sendiri dan kata-kata verbalis yang diperolehnya dari orang lain yang ia sendiri sering tidak memahaminya.

Komunikasi nonverbal juga merupakan hal yang kurang dipahaminya karena kemampuan ini sangat bergantung pada stimuli visual. Dalam hal pemahaman bahasa, berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa dibandingkan dengananak awas,kosakata anak tuna netra cenderung bersifat definitif, anak awas cenderung lebih luas. Namun seperti anak awas, anak tuna netra dapat mempertahankan pengalaman-pengalaman khusus tetapi kurang terintegrasi.

Anak tunanetra juga cenderung menghadapi masalah konseptualisasi yang abstrak berdasarkan pandangan yang konkret dan fungsional


Diterbitkan di: 08 Agustus, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.