Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Inilah Cara Bakteri E.coli 'Menelan' Korban

oleh: Pamoengkas     Pengarang : inilah.com
ª
 
Wabah infeksi bakteri Escherichia Coli (E.coli) yang meluas
sangat meresahkan dunia tak terkecuali Indonesia. Lantas, seperti apa,
ganasnya bakteri sang pembunuh ini 'menelan' korbannya?
Sebuah
penelitian yang memeriksa strain E. coli yang mematikan di Eropa
menemukan bakteri itu menggabungkan racun dengan semacam lem yang jarang
terlihat, mengikat ke usus pasien.
Kebanyakan Escherichia coli
atau E. Coli adalah bakteri tidak berbahaya. Mungkin butuh waktu
berbulan-bulan untuk tim peneliti global untuk sepenuhnya memahami
karakteristik bakteri yang telah menewaskan sedikitnya 17 orang di Eropa
dan membuat sakit 1.500 orang.
Strain yang membuat sakit orang
di Jerman dan bagian lain Eropa, yang dikenal sebagai 0104: H4, adalah
bagian dari kelas bakteri Escherichia coli yang dikenal sebagai
penghasil toksin Shiga atau STEC.
Jenis Strain diklaim memiliki
kemampuan menempel pada dinding usus. Strain ini akan memompa keluar
racun, sehingga menyebabkan diare dan muntah.
Pada kasus yang
parah, hal itu menyebabkan sindrom uremik hemolitik, atau HUS, menyerang
ginjal dan menyebabkan koma, kejang dan stroke.
Seperti dilansir Reuters, Dr Robert Tauxe, seorang ahli penyakit yang disebabkan oleh makanan di Centers for Disease Control and Prevention AS menjelaskan telah terjadi 470 kasus terparah yang menyebabkan sindrom uremik hemolitik, atau HUS di Jerman.
"Jumlah itu 10 kali lebih banyak dari wabah terbesar di negara ini. Ini
merupakan wabah yang paling mematikan di dunia" tegas Tauxe.
Hebatnya, strain Jerman muncul untuk menggabungkan toksin yang ditemukan dalam
jenis bakteri STEC yang paling umum di Amerika Serikat, yang dikenal
sebagai E. coli O157: H7, dengan bahan pengikat yang tidak biasa.
Tauxe mengatakan, biasanya 'lem' hanya ditemukan pada anak-anak di negara berkembang.
"Lem yang digunakan kuman tersebut tidak sama pada E. coli 0157 atau sebagian besar bakteri STEC," katanya."Ini kombinasi perekat dari E. Coli jenis lain dan toksin Shiga yang membuat strain bakteri tidak biasa," tambahnya.
WHO
telah mengonfirmasi bahwa galur bakteri tersebut tidak pernah diisolasi
dari pasien sebelumnya dan mengatakan bahwa bakteri kemungkinan
mengakuisisi beberapa gen ekstra yang mungkin membuatnya sangat
mematikan.
Sumber wabah sejauh ini tidak diketahui, tetapi para
ilmuwan mengatakan sangat mungkin berasal dalam sayuran atau salad yang
terkontaminasi di Jerman.
Diterbitkan di: 06 Juni, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.