Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Kedokteran & Kesehatan>Epidemiologi Dan Kesehatan Masyarakat>Pola Pernapasan: Cheyne-Stokes dan Pernapasan Yang berisik

Pola Pernapasan: Cheyne-Stokes dan Pernapasan Yang berisik

oleh: cahkaretan    
ª
 
Pernapasan Cheyne-Stokes
Pernapasan Cheyne-Stokes paling sering dihubungkan dengan gagal jantung dan berkurang dengan keberhasilan pengobatan. Kelainan batang otak, mungkin dalam pusat pernapasan di medula, dapat menimbulkan pernapasan Cheyne-Stokes tanpa gagal jantung. Penyakit pernapasan yang berat juga menimbulkan hipoksia neuron medula yang umum dan final. Interpretasi lebih terpusat pada prognosis daripada etiopatogenesis yang rinci. Setelah yakin bahwa, polanya hukan hiperventilasi karena panik—saat komponen hipopneik diketahui—banyak pengamat memandang pernapasan Cheync-Stokes sebagai suatu tanda kematian yang mengancam.

Pernapasan Yang berisik
Pernapasan yang berisik ditemukan lebih banyak pada disfungsi jalan napas daripada penyakit paru obstruktif yang murni. Dapat dihubungkan dengan arus udara turbulen non-laminer pada taring, trakea dan bronkus besar. Sangat umum dan sedikit berguna dihubungkan dengan eksaserbasi pada asma dan merupakan bagian yang mungkin dilaporkan oleh penderita atau pasangannya di dalam bagian riwayat, seperti halnya yang terdeteksi pada pengamatan.

Penyakit Batu Empedu
Posted on March 28, 2011 by Artikel Kedokteran

Hingga dekade ke-6, 20% wanita dan 10% pria menderita batu empedu dan prevalensinya meningkat dengan bertambahnya usia, walaupun umumnya selalu pada wanita. Dalam masyarakat Barat, batu yang terbanyak ditemukan adalah batu kolesterol atau campuran kolesterol-kalsium bilirubin. Patogenesisnya tidak seluruhnya dimengerti. namun faktor-faklor yang dapat membentuk empedu litogenik mencakup peningkatan kandungan kolesterol, berkurangnya asam empedu dan stasis biliaris. Pada sebagian besar kasus, batu empedu adalah asimtomatik dan hanya 10% mengalami gejala setelah 5 tahun. Batu empedu menyebabkan 3 kelainan utama: kolesistitis, kolik biliaris dan koledokolitiasis.
Diterbitkan di: 21 Mei, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.