Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Kedokteran & Kesehatan>Epidemiologi Dan Kesehatan Masyarakat>Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Stroke, .....WASPADALAH ?

Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Stroke,. ....WASPADALAH ?

oleh: masINU     Pengarang : Amanda Gardner
ª
 
Setiap tahun lebih dari 750.000 orang Amerika menderita stroke. Demikian juga dengan apa yang terjadi di Indonesia dimana jumlah penderita stroke meningkat pada sepuluh tahun terakhir ini. Stroke biasanya disebabkan oleh kadar kolesterol tidak sehat. Kolesterol adalah zat lilin yang beredar, tapi tidak larut, dalam darah. Jika seseorang memiliki terlalu banyak lipoprotein low-density (LDL), juga dikenal sebagai kolesterol jahat, perlahan-lahan dapat membangun di dinding arteri. Penumpukan ini pada akhirnya membentuk plak, tebal keras yang mempersempit arteri. Jika salah satu pecah plak, itu menyebabkan bekuan blot untuk membentuk, yang dapat menghalangi aliran darah normal ke otak dan menyebabkan stroke.

Stroke adalah gangguan mendadak dalam aliran darah ke otak yang disebabkan oleh penyumbatan atau perdarahan dari pembuluh darah. Daerah otak yang dipengaruhi oleh penyumbatan atau perdarahan bisa menjadi rusak dalam beberapa menit.

Efek dari stroke mungkin ringan atau berat dan sementara atau permanen, tergantung pada sel-sel otak rusak, berapa banyak otak yang terlibat, dan seberapa cepat suplai darah dikembalikan ke daerah tersebut.

Gejala stroke yang tiba-tiba dan bisa meliputi:

* mendadak mati rasa, kelumpuhan, atau kelemahan di wajah Anda, lengan, atau kaki, terutama hanya pada satu sisi tubuh Anda.
* Terjadi gangguan keseimbangan pada saat berjalan.
* perubahan visi tiba-tiba atau pandangan menjadi kabur secara tiba - tiba.
* Drooling atau bicara cadel.
* Tidak dapat mengenali masalah dengan cepat atau sering bingung.
* Sakit kepala, tiba-tiba berat yang berbeda dari sakit kepala sebelumnya yang pernah dialami.

Seseorang dengan gejala stroke memerlukan perhatian medis segera untuk membantu membatasi potensi kerusakan yang lebih para di otak.

Diterbitkan di: 03 Mei, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.