Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Kedokteran & Kesehatan>Epidemiologi Dan Kesehatan Masyarakat>Kualitas Kehamilan Berdasarkan Usia Ibu Hamil ( 20-an, 30-an, 40-an )

Kualitas Kehamilan Berdasarkan Usia Ibu Hamil ( 20-an, 30-an, 40-an )

oleh: RedvaKaurvaki    
ª
 
Sebuah bahtera rumah tangga tanpa kehadiran anak sama artinya dengan sayur asam tanpa garam, rasanya senyap dan ada yang kurang. Kehadiran buah hati adalah sebuah anugerah yang menjadi dambaan setiap pasangan yang telah menikah. Kehamilan pertama sang istri adalah hal yang dinanti- nanti oleh sang suami. Sang suami akan menjaga sang istri sebaik- baiknya pada masa kehamilan agar hal yang tidak diinginkan tak terjadi.

Resiko dalam sebuah kehamilan selalu ada jika kita tidak berusaha menjaga kesehatan dan pola makan bergizi. Namun dibalik itu semua, ternyata usia ibu melahirkan juga mempengaruhi resiko yang akan dialami oleh sang calon ibu dan janin. Usia 20 tahun-an adalah usia terbaik untuk memiliki buah hati, sedangkan semakin menua seorang perempuan, maka ia dihadapkan pada resiko kehamilan yang lebih besar.

1. Usia Kehamilan Tepat & Subur ( 20 tahun-an )
• Merupakan usia terbaik kehamilan karena perempuan muda biasanya lebih tahan terhadap keluhan kesehatan kandungan dan bisa menjalani proses kehamilannya dengan bugar
• Resiko keguguguran kecil karena sel telur relatif muda, sehingga janin tetap kuat meski pada usia kandungan tiga bulan pertama
• Kualitas sel telur baik, sehingga meminimalisir kelahiran bayi cacat akibat ketidaknormalan kromosom
2. Usia Kehamilan Berat ( 30 tahun- an )
• Secara fisik, ibu hamil tidak lagi prima karena mudah merasa lelah
• Usia 30 tahun perempuan mudah terkena sindrom keluhan kehamilan seperti tekanan darah tinggi dan diabetes yang cukup signifikan mempengaruhi proses persalinan kelak. Ini adalah salah satu faktor kenapa perempuan di usia 30 tahun-an sering melakukn operasi caesar dalam persalinan
• Pada usia 30 – 34 tahun resiko keguguran mencapai 11,7% dan meningkat menjadi 18% pada perempuan hamil usia 35 – 39 tahun
• Resiko kehamilan selain keguguran antara lain berat bayi jauh dibawah normal, bayi prematur, placenta previa dan placenta abruption serta kehiran bayi cacat
3. Kehamilan Beresiko ( 40 tahun-an )
• Perempuan hamil usia 40 tahun-an sangat rentan dengan keguguran jika tidak dijaga dengan ekstra hati- hati
• Kualitas sel telur tidak prima lagi karena dinding rahim mulai rapuh dan kekurangan suplai darah
• Bayi yang dilahirkan juga kemungkinan mengalami kelainan fisik atau cacat seperti kepala bayi membesar

Meskipun kelancaran proses persalinan sangat dipengaruhi oleh usia ibu hamil, kini teknologi modern memungkinkan ibu untuk dapat memantau perkembangan janin sehingga dapat mengantisipasi kemungkinan bayi lahir cacat atau keguguran. Yang terpenting adalah menjaga kesehatan ibu dan janin dengan rajin melakukan pemeriksaan ke dokter dan mengkonsumsi makanan bergizi.

Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.