Menurut survei oleh Yayasan Kusuma Bangsa di Jakarta bahwa dari 2.864 siswa di 10 sekolah yang tersebar di Jakarta pada tahun
2000, 35 % nya ternyata menderita Anemia.
Ternyata
salah satu penyebabnya adalah "Kebiasaan jajan dan pola makan yang tidak sehat"
Anemia tidak saja dialami oleh mereka yang berasal dari keluarga tidak mampu saja , akan tetapi anak-anak dari keluarga yang mampu juga banyak yang terkena penyakit anemia ini, terutama keluarga yang membiarkan anak-anaknya dengan menu tidak seimbang dan ketagihan makanan yang mengandung serat yang rendah, akan tetapi berlemak, berkolesterol, bergula, atau bergaram tinggi.
Penyebab lain dari anemia itu juga adalah bersarangnya cacing tambang di dalam tubuh anak yang membuatnya mengalami defisiensi zat besi dan akhirnya menjadi anemia.
Cacing ini sering melukai usus agar bisa hidup, luka yang ditinggalkan menimbulkan pendarahan kecil namun terus menerus yang akhirnya pendarahan kronis tersebut menimbulkan anemia defisiensi besi.
Zat besi diperlukan diseluruh oleh semua sel di dalam tubuh untuk metabolisme masing-masing sel tersebut. Jika zat besi di dalam tubuh kurang maka anak akan cepat kelelahan, malas melakukan aktifitas karena adanya gangguan pada otot gerak. Dan karena pasokan oksigen ke otak berkurang, daya tangkap dan konsentrasi juga menurun drastis
Zat besi juga merupakan unsur penting dalam mempertahankan daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit, maka jantung anak pun bisa mengalami gangguan. Jika kadar haemoglobin rendah, jantung harus memompa darah ke seluruh tubuh lebih cepat. Sehingga ibarat mesin yang terus menerus berjalan tanpa isirahat jantungpun akan cepat mengalami kerusakan sehingga tidak dapat lagi berfungsi semesting atau gagal ginjal.
Anemia yang berlangsung dalam jangka waktu yang relatif lama dapat mengakibatkan gangguan organ dan sistem pada tubuh sang anak.Diantaranya adalah gangguan pertumbuhanorgan (tubuh anak kelihatan kecil dibanding usianya, gangguan kulit dan selaput lendir gangguan sitem pencernaan berupa penipisan selaput usus yang tak berkembang semestinya dan gangguan sistem kekebalan tubuh.
Untuk menghentikan anemia, pertama adalah faktor penyebabnya harus diatasi.
Jika disebabkan kelainan sum-sum tulang ( aplastik ) kemungkinan akan dilakukan transpalansi sum-sum tulang yang memungkinkan pabril sel penghasil zat besi berfungsi kembali.
Jika disebabkan penyakit darah ( anemia hemolitik ) seperti pada penderita talasemia, tidak ada jalan lain selain transfusi darah secara rutin seumur hidup anak.
Upaya menjaga kesehatan, ajarilah anak untuk menumbuh suburkan kesadaran berprilaku hidup bersih dan sehat. Biasakan cuci tangan dengan sabun dan mengkonsumsi menu bergizi dalam porsi seimbang.