.
http://www.indowebster.web.i d/showthread.php?p=2338585#p ost2338585
Berhati-hatilah bagi anda yang
suka mendengarkan musik dengan earphone. Para peneliti dari
9pt; font-style: normal; text-decoration: underline; font-weight: normal; color: #22229c;">University
of Southern Mississippi menyimpulkan
bahwa 55% pengguna iPod atau pemutar musik lainnya, terancam
mengalami gangguan pendengaran karena terlalu sering mendengarkan
musik dengan tingkat volume yang sangat tinggi.
Para peneliti
tersebut telah melakukan survei terhadap 31 mahasiswa di
universitasnya untuk mengetahui kebiasaan mendengarkan musik.
Hasilnya sebanyak 55 % menyetel volume iPod di atas 85 dB (A) atau
masuk kategori sangat keras. Sedangkan 26 % mendengarkan musik dengan
kategori keras, sekira 70-85 dB (A), dan hanya 19 % saja yang
mendengarkan musik di bawah level 70 dB (A).
Menurut juru
bicara penelitian, sejauh ini memang belum banyak keluhan gangguan
pendengaran dari para pengguna iPod. Tapi sebaiknya, hal ini menjadi
catatan penting bagi para pemilik iPod dan pemutar musik lainnya.
Efek dari terlalu sering mendengarkan musik lewat earphone
dengan volume suara yang tinggi akan dirasakan oleh pengguna dalam
kurun waktu tiga tahun, di mana pengguna dapat terancam kehilangan
pendengarannya secara permanen.
Tahukah anda bahwa energi
suara yang dikeluarkan oleh MP3 player (ketika anda mendengarkan
dengan headset) kebanyakan berada diatas 90 dB (A).
Suara dengan intensitas energi sebesar ini kurang lebih sama dengan
yang dimiliki oleh mesin mobil maupun mesin pemotong rumput. (note:
suara percakapan manusia sehari-hari berkisar antar 60 – 65 dB
(A) ). Jadi bisa dibayangkan berapa besar intensitas energi suara
yang masuk langsung pada telinga anda
saat mendengarkan musik headset anda
Berdasarkan standar
kesehatan telinga, seseorang hanya boleh menerima paparan energi
suara 80 dB (A) secara terus menerus selama maksimum 8 jam. Lebih
dari 8 jam, maka akan memberikan kecenderungan gangguan pada
pendengaran (baik sementara maupun permanen). Jika intensitas energi
suara yang diterimanya menjadi 2 kali lipatnya atau menjadi 83 dB
(A), maka maksimum waktu paparan suaranya menjadi hanya 4 jam. Bila
intensitas energi suara yang didengarkan adalah 86 dB (A), maka
durasi maksimumnya menjadi 2 jam saja. Apabila energi suaranya lebih
dari 90 dB (A), maka seharusnya durasi mendengarkannya tidak boleh
lebih dari 1 jam, supaya telinga tidak mengalami gangguan
pendengaran, baik itu permanen maupun sementara.