• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

.

Yuk, kenali sinyal tubuh !

oleh : emcetigahen    

Pengarang : Laili Damayanti
Kram, kesemutan, kedutan, serta jantung berdebar merupakan bahasa dari dalam tubuh untuk mengindikasi adanya gangguan. Bisa 
jadi itu gangguan yang bersifat serius. Dr. Yusak M. Siahaan, SpS., neorologis dari Siloam Hospital Karawaci, sinyal tubuh bisa saja merupakan hasil dari ketidaknormalan. Dalam bebrapa hal, ini merupakan bentuk reaksi otot berdasarkan perintah syaraf untuk melakukan kerja tertentu. Jika kita ingin melakukan gerakan secara sadar, maka dibutuhkan perintah dari otak menuju otot dengan prantara syaraf. Perintah ini memerlukan sinyal listrik yang dihasilkan dari perpindahan ion natrium dan kalium dari ekstra sel menuju intra sel syaraf hingga mencapai target otot. Pada kondisi tertentu, sinyal yang dihasilkan bukan merupakan hasil perintah otak secara langsung . Biasanya ini terjadi karena gangguan sdalam mekanisme penghantaran listrik akibat kondisi tertentu. Misalnya kesemutan, yang merupakan gejala paling ringan dari gangguan syaraf yang terjadi pada sistem syaraf. Kram merupakan sinyal tubuh ang menyebabkan rasa nyeri dan tegang pada otot tertentu. Pada dasarnya kram merupakan akibat dari otot yang mengalami spasme atau kontraksi berlebihan. Ada pula kram lokal atau dystania lokal, yang muncul berulang pada posisi-posisi tertentu ketika melakukan aktivitas. Kedutan sebenarnya adalah salah satu sinyal yang diberikan oleh tubuh melalui otot. Tak jauh beda dengan kram, kedutan merupakan hasil aliran listrik syaraf tak normal pada otot. Adakalanya di saat tertentu seseorang bisa terganggu dengan rasa tak nyaman akibat jantung yang berdebar, sebabnya karena kelelahan, reaksi hormonal, cemas dan mengonsemsi kafein dianggap sebagai pemicu terjadinya peningkatan irama jantung. Namun, tentu saja gejala jantung berdebar yang merupakan tanda penyakit jantung umumnya tak berdiri sendiri, tapi diiringi gejala lain seperti pusing dan sesak napas. Diagnosanyapun tak bisa diambil secara gegabah. perlu wawancara, pengamatan dan pemeriksaan EKG (elektro kardiograf) untuk memastikan adanya gangguan jantung lebih serius.
Diterbitkan di: Agustus 15, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.