• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

.

Toilet duduk bisa menularkan penyakit seksual?

oleh : andira_anata    

Pengarang : NAD

        Mempelajari tentang tubuh sendiri dan pilihan-pilihan apa yang bisa kita eksplor

untuk tubuh adalah sangat baik. Untuk sumber informasi terbaik adalah dengan bertanya langsung kepada dokter yang memang terpercaya dan terbukti pengalamannya. Namun, seberapa sering kita bisa datang dan bertanya kepada dokter. Alhasil, kita lebih banyak mendengarkan apa kata orang, orangtua, teman, dan orang-orang terdekat jika menyangkut soal kesehatan.
Ada beberapa miskonsepsi dari mitos-mitos seputar kesehatan seksual. Di antaranya adalah:
1. Bisa tertular penyakit seksual kalau menggunakan toilet duduk 
    Penyakit menular seksual (PMS) atau infeksi tidak bisa hidup di luar tubuh dalam waktu yang lama, apalagi di atas permukaan dingin dan keras, seperti toilet duduk. Plus, bakteri dan kuman itu tidak terkandung dalam urin (yang biasanya steril), jadi kemungkinan tertular sangatlah kecil. Yang bisa menularkan penyakit seksual adalah kontak kulit ke kulit atau ciuman mulut dan mulut. Hal ini bisa menularkan penyakit herpes, gonorrhea, chlamydia, bisul, scabies, dan perpindahan kutu.
2. Tidak akan hamil di kontak seksual pertama 
    Namanya kontak seksual memiliki kemungkinan untuk menghasilkan kehamilan. Bahkan, statistik menunjukkan bahwa 20 persen wanita hamil dalam waktu satu bulan mereka mulai beraktivitas seksual.
3. Tak akan hamil jika bercinta saat menstruasi 
    Kemungkinan hamil pada saat menstruasi kecil, namun masih mungkin terjadi, apalagi jika tidak menggunakan alat kontrasepsi. Beberapa wanita memiliki jangka waktu haid bersamaan dengan ovulasi sehingga mereka bisa jadi berada dalam masa subur meski sedang haid.
4. Obat kontrasepsi bisa bikin gemuk 
    Belum ada yang membuktikan korelasi antara obat kontrasepsi oral dan kenaikan berat badan. Sebuah artikel yang mengulas tentang hal ini dipublikasikan pada tahun 2006, menganalisis 44 orang dan menemukan bahwa, meski para partisipan memang mengalami kenaikan berat badan selama studi tersebut, namun tak ada bukti bahwa pil kontrasepsi itulah penyebabnya. Salah satu alat kontrasepsi yang bisa memicu kenaikan berat badan adalah alat kontrasepsi suntik medroxyprogesterone acetate (DMPA).


Diterbitkan di: Juli 14, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.