Manusia diciptakan Tuhan Yang Maha Kuasa semata-mata hanya untuk mengabdi kepadaNya. Mati dan hidup
Manusia juga atas KekuasaanNya.
Ada
manusia yang hidup hanya sebentar di muka bumi ini tapi ada juga yang hidupnya sampai ratusan tahun. Umur panjang dan kesehatan manusia, apakah ada hubungannya kehidupan manusia secara bervegetarian?
Coba dengar komentar Mbah Sayem, perempuan tertua yang dirawat di Panti Sosial Tresna Werdha Yogyakarta Unit Budi Luhur (Bantul). Mbah Sayem yang usianya 107 tahun ini jelas tak kenal istilah vegetarian. Ia hanya bilang tak
pernah makan ikan (air tawar), ayam, sapi, kambing, apalagi seafood. "Saya enggak pernah sakit," ujarnya tertawa.
Daging, kata Mbah Sayem, tak diminati. Baunya amis, beda dengan sayur yang segar. "Saya pernah, waktu muda dulu, coba makan lele. Namun, baru satu gigitan, saya langsung muntah. Benar-benar amis, rasanya tidak enak," katanya dalam bahasa Jawa. Mbah Sayem mengaku paling suka masakan dari olahan daun singkong dan sayur asem. Ia tak mau masakan yang ada kuah santannya. Asal sayuran, juga buah, dia suka. Matanya masih cukup awas, demikian pula pendengarannya. Ia pun masih suka nyanyi. Urusan mandi masih bisa sendiri. Hanya ketika berjalan, kaki harus dilangkahkan pelan-pelan.
"Mata saya ini awas juga kok sebenarnya. Beberapa waktu lalu, kening saya kena lingir (pojokan tiang kayu). Terus, saya dijahit. Setelah itu kok mata kanan agak kabur," ungkapnya dalam bahasa Jawa.
Mbah Sayem adalah satu dari sekian lansia yang telantar. Dulu, warga Bantul Kota ini adalah petani, menggarap sawah bersama suami. "Anak saya satu, putri, tinggal di Sulawesi, tapi enggak pernah menengok kemari. Ya sudah," ujarnya. Mbah Sayem masuk ke panti tahun 1985, setelah dibujuk pejabat pengurus panti. "Saya maturnuwun sama mereka. Hidup saya menyenangkan," katanya tertawa riang.
Nah, siapa mau mencoba resep hidup ala Mbah Sayem?