• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

.

Minuman Isotonik Tidak Selalu Menyehatkan

oleh : tedifa     

Pengarang : Asih Kirana Wardani
Minuman isotonic yang banyak beredar di masyarakat sebaiknya dikonsumsi dengan dosis yang benar. Minuman ini belakangan popular
karena iklannya yang bagus dan gencar sehingga masyarakat menyukainya. Kini, sekitar sepuluh merek minuman isotonik beredar di pasaran. Tapi, benarkah minuman isotonik memiliki khasiat sehebat yang diberitakan iklannya? Bolehkah minuman ini dikonsumsi sembarang orang?
Secara sederhana, minuman isotonik adalah larutan yang memiliki kandungan garam mineral sama dengan sel tubuh dan darah. Dengan demikian, larutan itu memiliki tekanan yang sama dengan dinding pembuluh darah. Karena sifatnya yang mudah diserap tubuh itulah, kemudian para produsen memposisikan minuman isotonik sebagai minuman pengganti cairan tubuh yang hilang. Saat berkeringat, tubuh kita mengeluarkan sejumlah mineral penting yang dibutuhkan tubuh, seperti natrium (Na) dan klorida (CI), lewat pori-pori kulit. Karena mengandung garam, minuman isotonik tidak boleh dikonsumsi secara sembarangan oleh penderita hipertensi. Sebab, kelebihan asupan natrium bisa menyebabkan meningkatnya tekanan darah pada penderita hipertensi.
Penderita ginjal sebaiknya juga berhati-hati mengonsumsi minuman isotonik. Soalnya, konsumsi minuman isotonik bisa memaksa ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan mineral yang tak dibutuhkan tubuh. Orang yang kondisi tubuhnya sehat atau normal sekalipun, tidak boleh mengkonsumsi minuman isotonik secara berlebihan. Sebab, untuk rentang waktu panjang, itu bisa menimbulkan efek samping yang serius. Misalnya tubuh lemah, jantung berdebar, cardiacrate, atau detak jantung berhenti. Jadi, minum maksimal 2-3 kaleng sehari.
Diterbitkan di: September 18, 2008
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.