Sebaiknya dari sekarang, anda mulai memperhatikan
pola tidur anak. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa kurangnya waktu tidur
memicu resiko anak untuk mengalami kegemukan atau obesitas, masak sich?
Tidak bisa dipungkiri bahwa seringkali kita mengabaikan waktu tidur anak karena mungkin itu kurang penting. Padahal, waktu tidur merupakan waktu yang penting dan berpengaruh pada pertumbuhan mereka. Sebuah penelitian menunjukan, waktu tidur anak berkaitan erat dengan berat badan mereka.
Hal tersebut di buktikan dalam sebuah penelitian yang dilakukan Amerika Serikat. Semakin kurang waktu tidurnya maka risiko obesitas semakin tinggi!
Tak hanya waktu tidur mereka namun juga pola tidur. Dr Xianchen Liu dan tim dari
Universitas Pittsburgh melakukan penelitian terhadap pola tidur 335 anak-anak. Semakin cepat fase mimpi dicapai, maka semakin nyenyak tidur mereka.
Demikian kutip
detikhot dari Health24, Kamis (7/8/2008), bahwa dalam penelitian ditemukan bahwa anak gemuk mencapai fase mimpi lebih lama dari anak dengan berat tubuh normal. Selain itu anak-anak yang obesitas rata-rata memiliki waktu tidur 22 lebih sebentar dibandingkan dengan berat badan normal.
Karena itu, waktu dan kualitas tidur sangat berpengaruh pada berat badan seorang anak. Dan sangat dianjurkan bagi anak-anak berusia 5-12 tahun mencapai waktu tidur 10 sampai 11 jam/hari. Sedangkan bagi remaja, 8,5 hingga 9,5 jam perhari. Bagaimana dengan waktu dan pola tidur para orang tua?