Salah satu faktor yang membuat bertambahnya tinggi badan
anak adalah stimulasi
fisik. Meskipun setiap anak mempunyai potensi tinggi badan yang baik, hal tersebut sulit dicapai tanpa stimulasi fisik yang baik. Bentuk stimulasi fisik yang baik adalah olahraga yang disesuaikan dengan usia dan kemampuannya. Jika anda ingin mengolahragakan balita misalnya, hal ini dapat dilakukan dengan cara menggerakkan ataupun menekuk tangan dan kaki balita secara perlahan-lahan. Lebih baik anda melakukannya sambil bercanda sehingga balita merasa senang. Jika usia bertambah, olahraga dapat dilakukan dengan mengajaknya berlari-lari, melompat-lompat, atau kejar-kejaran.
Jika anak sudah menginjak usia remaja, ia dapat melakukan olahraga yang memerlukan aktifitas fisik lebih keras seperti basket, sepakbola, atletik dan berenang. Frekuensinya bisa dilakukan lebih sering. Hal yang harus diperhatikan adalah, stimulasi fisik seperti di atas harus dilakukan secara terus menerus. Sebaiknya dilakukan sebelum anak mencapai usia 18 tahun. Sebab di usia ini pertumbuhan anak sudah berhenti. Stimulasi fisik juga harus dibarengi dengan nutrisi yang baik yaitu minuman dan makanan yang dikonsumsi. Jika makanan yang dikonsumsi dapat memenuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan, seperti kalsium dan vitamin maka pertumbuhan tinggi badan akan maksimal.
Abstrak lain tentang Stimulasi Fisik Menentukan Tinggi Badan Anak