Hobi Anda berolahraga tentu harus didukung dengan fasilitas olahraga yang
memadai, salah satunya adalah sepatu olahraga. Berbagai warna dan model sepatu
menjadi salah satu pilihan dalam menentukan sepatu olahraga. Namun, diperlukan
sepatu yang sesuai dengan penggunaannya untuk menghindari risiko terjadinya cedera
latihan. Sepatu olahraga didesain sesuai dengan anatomi kaki dan aktivitas
olahraga. Penyokong, bantalan maupun pelindung diperlukan saat melakukan
berbagai aktivitas olahraga.
Kenali sepatu olahraga yang Anda gunakan sesuai dengan fungsi dan keamanannya,
1. Hiking
Sepatu hiking digunakan untuk menghadapi medan berat, seperti berbatu,
becek, berlumpur, dan tak stabil. Jenis sepatu ini memiliki sol yang keras dan
tebal untuk melindungi kaki dari benda keras dan tajam, solnya memiliki gigi
yang dalam, agar kaki dapat mencengkeram tanah dan tak mudah terpeleset. Selain
itu, sepatu ini memiliki bantalan untuk meredam tekanan, sehingga kaki tak
cepat lelah dan pada bagian luar dirancang tahan air dan cepat kering, sehingga
kaki tidak terlalu lembab dan tidak mudah terpeleset.
2. Tenis
Memastikan jenis lapangan, berupa rumput,
sintesis, karpet, atau tanah liat merupakan salah satu karakter jenis sepatu
ini. Sepatu tenis pada bagian luarnya cukup keras, sementara sisi solnya
melebar untuk melindungi kaki saat meluncur ke kanan dan ke kiri. Bagian atas
agak tinggi, untuk melindungi pergelangan kaki ketika bergerak memutar,
berbelok, melompat, berhenti, meluncur, serta berlari secara cepat dan
tiba-tiba. Bagian depan, di daerah ibu jari, cukup tebal agar mampu menahan
berat badan saat melakukan serve. Bagian
sol sesuai jenis lapangan,
- Lapangan
tanah liat (clay court). Sol bermotif
zigzag (herringbone). Biasanya sepatu
ini sangat ringan
- Lapangan
rumput (grass court). Sol memiliki
paku-paku kecil dari karet, agar tidak mudah terpeleset
- Lapangan
sintesis yang keras (hard court). Sol
herringbone atau sepatu tenis dengan
paku-paku kecil
- Lapangan
indoor beralas karpet. Sol hampir rata, sehingga tak mudah tersandung atau
menghambat gerak.
3. Biking
Sepatu jenis ini pada bagian bawahnya keras untuk mengerahkan tenaga secara
stabil. Bagian luar biasanya terbuat dari kulit atau kulit sintesis
yang nyaman, empuk, dan tahan lama. Kegiatan bersepeda khusus, seperti
menggunakan BMX, downhill bike, mountain bike, atau terkadang perlu
sepatu khusus.
4. Aerobik
Gerakan senam aerobik yang ke segala arah membutuhkan dukungan sepatu yang
tepat. Karakter sepatu jenis ini ringan, untuk mencegah kelelahan kaki karena
gerakan yang sangat dinamis dan bisa berganti-ganti polanya. Sepatu aerobik memiliki
daya redam ekstra di bagian sol di bawah ujung telapak kaki (ball of the foot/ area metatarsal), tempat
biasanya besarnya tekanan akibat gerakan senam aerobik terjadi.
5. Running
Sepatu lari yang baik akan menghindarkan Anda dari
risiko cedera betis, tendinitis, nyeri tumit, dan sindrom overuse lain. Sepatu jenis ini memiliki cushioning impact, atau bantalan kaki yang baik untuk menyediakan
daya redam maksimal bagi kaki, kontrol tumit yang baik. Selain itu, sepatu ini juga
memiliki sol yang tebal, tapi juga lentur dan ringan menghindarkan Anda dari
kelelahan kaki saat berlari atau berjalan jarak jauh.