Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Kedokteran & Kesehatan>Diet & Olahraga>Who Siap Melarang:"Makanan Siap Saji ( Fast Food )"

Who Siap Melarang:"Makanan Siap Saji ( Fast Food )"

oleh: MasSugeng    
ª
 
Sebagai Orangtua harus cepat tanggap dan sensitif terhadap peranan makanan siap saji (fastfood) yang mengandung dan mengundang pro kontra. ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pelarangan atas penjualan makanan jenis cepat saji atau fast food di sekolah dan taman kanak-kanak.

Hal ini bertujuan untuk mengarahkan anak-anak agar terbiasa memakan makanan bergizi sehingga mencegah obesitas pada anak.

WHO pun menyarankan agar setiap negara merencanakan pendekatan sedini mungkin agar anak tidak memilih makanan tinggi lemak jenuh, gula, atau garam. Rekomendasi ini memang tidak mengikat, tapi tetap akan diajukan ke pertemuan tingkat tinggi tentang pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular pada General Assembly di New York, September 2011 mendatang.

"Nantinya akan dirancang aturan agar tempat anak-anak berkumpul haruslah bebas dari segala bentuk pemasaran makanan tinggi lemak jenuh, asam translemak, pemanis buatan atau garam," kata juru bicara badan kesehatan PBB itu.

Obesitas
Menurut data WHO, sebanyak 43 juta anak usia prasekolah di dunia mengalami kelebihan berat badan. "Anak-anak seluruh dunia kini dihadapkan pada pemsaran atau iklan makanan yang kurang bergizi. Makanan cepat saji cenderung mengandung lemak, garam, dan gula yang berlebihan. Semua itu berpotensi membuat mereka rentan terkena penyakit nantinya," urainya.

Adapun enam dari 10 kematian setiap tahunnya terutama disebabkan penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes, dan penyakit paru-paru kronis. WHO pun menekankan itu semua disebabkan faktor utama yakni pola makan yang tidak sehat.

Diterbitkan di: 26 Januari, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.