Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Gonorhoe

oleh: shifwa     Pengarang : COAS FK UNIBRAW
ª
 

Etiologi dan Transmisi

· Gonorrhoea (yang berarti aliran benih) dan semua manifestasi klinis yang berhubungan dengannya, disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseria gonorrhoea

· Infeksi ini terutama meliputi epithel columnar dari urethra, endocervic, rectum, pharynx, dan konjungtiva. Walaupun biasanya terlokalisasi pada lokasi awal infeksi, tapi dapat juga naik ke traktus genital untuk yang menyebabkan pelvis inflammatory disease dan epidydimo-orchitis atau menyebar sebagai bakteriemia.

· Transmisi dapat terjadi melalui kontak genital-genital, genital-anorektal, oro-genital atau oro-anal, atau melalui transmisi ibu ke anak saat proses kelahiran.

Manifestasi Klinis

Tanda dan gejala gonore biasanya menggambarkan radang local dari mukosa traktus genitalis yang terinfeksi.

Gejala:

· Pada pria, presentasi yang utama adalah urethritis akut dengan gejala urethral discharge dan dysuria.

· Pada wanita, gejala berhubungan dengan infeksi pada endocervic dan urethra dan termasuk peningkatan atau gangguan vaginal discharge, intermenstrual bleeding, dysuria, dan menorrhagia.

· Infeksi traktus genitalis yang asimtomatik terjadi pada wanita (sampai 50%) dan pria (sampai 10%). Infeksi rectum dan pharynk biasanya asimtomatik.

Tanda-Tanda Fisik:

· Pada pria, yang paling sering ditemukan pada pemeriksaan adalah mucopurulent urethral discharge, yang mungkin disertai dengan eritema pada meatus urethra.

· Pada wanita, pemeriksaan mungkin normal atau mucopurulent discharge mungkin tampak jelas pada cervix, terkadang disertai dengan hyperemia dan contanct bleeding pada endocervix.

Komplikasi:

Pelvic inflammatory disease pada wanita dan epididymo-orchitis pada pria adalah komplikasi yang paling sering ditemukan pada penyebaran lokal dari infeksi gonore.

Gonococcal bacteriemia jarang didapatkan (kurang dari 1%) dan biasanya tampak jelas lesi pada kulit, demam, arthralgia, arthritis akut, dan tenosynovitis.

Diagnosis

· Diagnosis gonore ditegakkan dengan identifikasi Neisseria Gonorrhoea pada genital, rectal, pharyngeal, atau secret mata.

· Pemeriksaan mikroskopis menggunakan pewarnaan Gram atau methylen blue memiliki sensitifitas yang baik ( > 95%) dan juga spesisifitas sebagai uji diagnostic yang cepat pada pria yang simtomatik dengan urethral discharge. Pemeriksaan mikroskopis memiliki sensitivitas yang buruk ( < 55%) pada pria yang asimtomatik dan pada identifying endocervical ( < 55%) atau infeksi rectal ( < 40%) dan tidka direkomendasikan sebagai tes untuk eksklusi terhadap kondisi ini.

· Kultur adalah uji diagnostik yang spesifik dan murah yang telah mengikuti identifikasi konfirmasi dan uji kemungkinan antimikroba. Media kultur selektif yang mengandung antimikroba adalah direkomendasikan (level of evidence III, rekomendasi grade B). Kultur cocok untuk specimen endoservik, urethra, rectal, dan pharyngeal. Kultur mempunyai sensitifitas yang tinggi untuk sampel genital, asalkan pengambilan sampel, prosedur transport dan isolasi dilakukan dengan baik. Ketepatan kontrol terhadap kualitas diperlukan untuk sistem kultur gonore karena berbagai jenis media memiliki bermacam-macam sensitifitas dan spesifisitas. Kultur seharusnya dilakukan jika gejala tetap muncul saat terapi.

· Nuclei Acid Amplification Tests (NAATs) secara umum lebih sensitive (>90%) daripada kultur. Tes ini dapat menggunakan sampel urine, self-taken vaginal swab, dan swab dari endoservik dan urethra. Sampel urin pada wanita memiliki sensitifitas yang rendah dibandingkan dengan swab dari traktus genital, dan juga tidak direkomendasikan. Sampel yang memberikan hasil positif pada NAAT seharusnya dilakukan tes konfirmasi misalnya diulang dengan NAAT dengan urutan/rangkaian lain (level of evidence III, rekomendasi grade B). nilai prediksi positif dari hasil NAAT positif dari populasi dengan prevalensi rendah yang belum dikonfirmasi, tidak terlalu optimal.

· NAATslebih sensitif secara signifikan dibandingkan kultur dari swab faring dan rectal. NAATs yang tersedia tidak diijinkan untuk digunakan pada spesimen dari faring dan rectal. Jika digunakan setelah evaluasi laboratorium maka direkomendasikan untuk dilakukan tes konfirmasi. (level of evidence Iib, grade B recomendation)

· Perempuan mungkin memiliki infeksi traktus genital yang terbatas pada endocervix atau uretra. Satu sample dari endocervix atau vagina yang dites dengan NAATs mempunyai sensitivitas cukup tinggi yaitu 90 % untuk tujuan screening.

· Sebagian kecil dari MSM dengan gonorrhoea (20-30%) mempunyai infeksi di banyak tempat. Beberapa tes harus diambil dari uretra/urin, rectum, dan faring sesuai aktivitas seksual yang dilakukan.

Indikasi tes (level of evidence IV, grade C recomendation) :

· Terdapat tanda atau gejala uretral discharge pada pria

· Terdapat vaginal discharge pada wanita dengan resiko Infeksi menular sexual (usia < 30th, pasangan sex yang berganti2)

· Radang cervix mucopurulent

· Pasangan sex yang mengidap infeksi menular sexual ataupun penyakit radang panggul

· Epididimo-orchitis akut pada pria < 40 th

· Orang yang mengidap penyakit radang panggul akut

· Screening infeksi menular sexual pada dewasa muda

· Screening pada individu yang berganti2 pasangan sex

· Konjungtivitis purulen pada neonatus

Diterbitkan di: 31 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.