Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Kedokteran & Kesehatan>Pengobatan Komparatif>Pengaruh DEPRESI Terhadap Kesehatan Janin Pada Masa Kehamilan

Pengaruh DEPRESI Terhadap Kesehatan Janin Pada Masa Kehamilan

oleh: masINU     Pengarang : Shade Oguntola
ª
Ringkasan ini diterjemahkan dari Your Mood Can Harm That Unborn Baby
 
Seorang ahli kandungan yang bernama Shade Oguntala mengidentifikasikan bahwa depresi dan kegelisahan sebagai permasalahan yang sering dialami oleh seorang wanita yang sedang mengandung / hamil. Beliau yang merupakan seorang ahli medis kedokteran, mengingatkan bahwa permasalahan yang berkaitan dengan kondisi kejiwaan bisa berimplikasi atau berpengaruh tidak baik terhadap kondisi kesehatan janin yang ada di dalam kandungan. Kehamilan merupakan masa yang sangat membahagiakan bagi seorang wanita yang menanti kelahiran bayinya, akan tetapi kadangkala kebahagiaan bisa berubah menjadi depresi / tekanan jiwa. Hal ini pada umumnya terjadi pada saat masa kehamilan , walaupun secara alamiah kondisi tubuh seorang wanita yang sedang hamil itu sudah dilengkapi dengan hormon untuk mencegah terjadinya perubahan kondisi kejiwaan tersebut. Sayangnya, banyak wanita yang sedang hamil tidak menyadari teori tersebut dan akhirnya mereka mengalami depresi. Depresi sebenarnya merupakan hal yang serius yang perlu diwaspadai walaupun hanya berlangsung beberapa hari dari masa kehamilan normal 9 bulan 10 hari. Padahal depresi merupakan penyakit yang serius yang berpengaruh terhadap aktifitas otak wanita yang sedang hamil. Kondisi kejiwaan yang labil karena dipresi, sedih, gelisah atau perasaan yang kosong kadangkala berlangsung sampai beberapa hari. Kondisi kejiwaan yang labil ini bermula dari yang ringan sampai yang berat. Perlu diingat bahwa seorang wanita yang sedang hamil akan mengalami depresi karena perasaan yang lemah dan tak berdaya. Hal ini disebabkan karena wanita hamil tidak dapat tidur dengan nyenyak, atau mudah tersinggung , mudah marah dan mudah menangis. Kondisi vitalitas wanita akan mengalami pasang surut dan selalu gelisah, nafsu makan berkurang dan selalu kuatir akan kesehatan si janin. Atau bahkan selalu menyalahkan diri sendiri dan merasa ingin bunuh diri saja. Pada umumnya , seorang suami tidak menyadari seperti apa kondisi sebenarnya yang sedang dialami oleh seorang istri yang sedang hamil. Para suami beranggapan bahwa sepertinya istri yang sedang hamil tidak mengalami kondisi yang tidak menyenangkan padahal pada kenyataannya tidak demikian.

Dokter Shade juga menjelaskan bahwa kegelisahan yang luar biasa, susah tidur, mudah tersinggung, tidak ada nafsu makan dan hanya ingin makanan jenis tertentu yang tidak membuatnya mual, dimana semua ini bisa terjadi , misalnya karena kurangnya dukungan dari suami dan keluarga, riwayat kondisi kejiwaan yang labil, atau bahkan karena masalah ekonomi keluarga dan ikatan rumah tangga yang tidak harmoni , atau bahkan adanya perasaan si istri yang tidak menghendaki kehamilan.

Kita semua pasti mengetahui bahwa perubahan fisik dan hormonal yang terjadi selama masa kehamilan sangat berpengaruh terhadap kondisi wanita yang sedang hamil. Beliu menjelaskan bahwa sebenarnya seberapa jauh pengaruh perubahan yang terjadi bergantung kepada kualitas kepribadian wanita tersebut apakah cenderung mudah terpengaruh atau tidak terhadap perubahan yang terjadi selama masa kehamilan tersebut. Karena hal ini akan berpengaruh terhadap kelancaran proses persalinan / kelahiran bayi. Jika seorang wanita hamil mengalami depresi atau tekanan kejiwaan , maka sang suami dan keluarga terdekat harus memberikan dorongan dan perhatian yang ekstra lebih supaya si istri tegar menghadapi semua proses kehamilan. Perlu diperhatikan pula supaya wanita yang hamil tidak terpengaruh oleh faktor - faktor negatif luar lainnya. Penelitian menunjukan bahwa depresi atau tekanan jiwa yang dialami oleh wanita hamil bisa mengakibatkan berat bayi dibawah normal, keguguran atau kelahiran prematur. Jika seandainya terjadi kelahiran bayi prematur, disamping bisa menyebabkan kematian pada bayi atau paling tidak akan memerlukan biaya persalinan yang lebih banyak lagi. Kelahiran bayi prematur juga akan menjauhkan dekapan seorang ibu terhadap bayi yang dilahirkan , karena si bayi akan ditempatkan di inkubator tersendiri.

Akan tetapi masih ada strategi kesehatan yang bisa diterapkan pada saat masa kehamilan untuk mengantisipasi depresi yaitu selalu konsultasi dengan para ahli kandungan, makan makanan yang sehat, cukup minum air, mengupayakan selalu dapat tidur dengan baik dan melakukan senam bagi ibu hamil. Disamping itu juga melakukan terapi kejiwaan supaya terhindar dari dipresi. Meskipun terdapat obat anti dipresi untuk membantu menyelesaikan permasalahan ini, akan tetapi penelitian menunjukan bahwa obat anti dipresi sangat berpengaruh buruk terhadap kesehatan janin di dalam kandungan.

Diterbitkan di: 26 Februari, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Apa yg harus dilakukan untuk menghindari depresi disaat hamil sedang semua itu mengganggu pikiran ibu hamil? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bila ibu hamil mengalami masalah rumahtangga yang kurang harmonis menjadikan dia sering menangis dan setres memikirkan rumah tangganya maka dampak apa yang terjadi pada janinnya? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    kenapa faktor kejiwaan dominan terjadi pada perempuan? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    Barangkali karena wanita masih lebih dominan menggunakan " perasaan hati " daripada nalar. 14 Agustus 2012
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.