Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Khasiat Besar Daun Gedi

oleh: sem505     Pengarang : Sem505
ª
 
Daun Gedi adalah nama lokal umum di seluruh Sulawesi Utara untuk tumbuhan atau pohon sayuran. Daun ini adalah bahan baku sayuran paling favorit di Sulawesi Utara pada umumnya.
Di beberapa negara, konon gedi juga dikenal dengan nama seperti:
Inggris: Edible hibiscus
Thailand: Po fai
Pilipina: Lagikway (lagikuway?)
Namun, jika kita buka situs yang mengulas nama tumbuhan masing-masing negara itu, agak berbeda dengan pohon yang dikenal luas di Sulawesi Utara.
Lepas dari soal nama, foto dan data pohon gedi, maupun kandungan kimiawinya, secara empirik daun ini menjadi sayuran favorit masyarakat Sulawesi Utara. Bubur Manado atau tinutuan menjadi tidak lengkap jika tanpa gedi atau bahkan bukan tinutuan namanya.
Selain sebagai sayuran favorit dan sangat populer bagi orang Sulut, sayur (daun) gedi ternyata dipercaya memiliki khasiat obat antara lain untuk menyembuhkan asam urat, darah tinggi, susah buang air besar, maag, dan lain-lain. Bahkan bagi ibu hamil, sayur ini sangat disarankan untuk memperlancar kelahiran anak. UNTUK INFO LENGKAP DAPAT ANDA BACA DI http://altern-medicines.blogspot.com/2011/07/khasiat-daun-gedi.html.
Sebuah tim Pasca Sarjana Unhas sempat melakukan penelitian kimiawi terhadap daun gedi. Judul penelitiannya adalah: Standardisasi Mutu Ekstrak Daun Gedi ( Abelmoschus manihot (L.) Medik) Dan Uji Efek Antioksidan dengan Metode DPPH
Yang menjadi sedikit kendala untuk memahami hasil penelitian tersebut, gedi mana yang diteliti. Sebab, dari penelitian ini disebutkan ketinggian pohon gedi antara 1,2 sampai 1,8 m. Padahal gedi yang menjadi sayuran favorit di Sulawesi Utara memiliki ketinggian hingga sekitar 8 meter (setahu saya dan pernah dilihat sendiri di kampung) dengan cabang-cabang dan ranting yang jarang dan merentang lebar dengan ukuran barang bisa mencapai diameter 15 cm. Karena ukurannya yang besar biasanya dicari oleh nelayan untuk dibuatkan pelampung atau "bui" jaring.
Coba bandingkan dengan gedi di Sulawesi Utara yang nyaris tidak pernah berbunga karena sering dipanen. Kalau sampai berbunga, berarti sudah bertahun-tahun tidak pernah dipanen dan tumbuh liar di lahan bekas ladang.
Tanaman gedi (Abelmoschus manihot), suku Malvaceae, merupakan tumbuhan tahunan yang berbatang tegak dengan tinggi sekitar 1,2 – 1,8 m. Kandungan mucilago dari tanaman tersebut terdiri atas polisakarida dan protein. Tanaman ini mengandung quercetin-3-o-robinobiosid, hyperin, isoquercetin, gossipetin-8-o-glukuronid, dan myricetin (Liu et al., 2006). Bunganya mengandung quercetin-3-robinoside, quercetin-3’-glikosida, hyperin, myrecetin, antosianin, dan hyperoside. Hyperoside memiliki kemampuan antivirus, antinosiseptif, antiinflamasi, kardioprotektif, hepatoprotektif, dan efek protektif terhadap gastrimukosal (lapisan membran mukus pada lambung). Senyawa flavonoid mempunyai berbagai fungsi penting untuk kesehatan, antara lain dalam menurunkan risiko serangan penyakit kardiovaskuler, tekanan darah, aterosklerosis, dan sebagai antioksidan (Hodgson et al., 2006). Aglikon flavonoid terdapat pada tumbuhan dengan bentuk struktur yang berbeda-beda. Setiap struktur
mengandung atom karbon dalam inti dasar yang tersusun dalam bentuk konfigurasi C6-C3-C6, yaitu dua cincin aromatik yang dihubungkan oleh satuan tiga karbon yang dapat atau tidak dapat membentuk cincin ketiga. Semua varian flavonoid saling berkaitan karena alur biosintesis yang sama dari alur sikimat dan alur asetat-malonat. Flavonoid dalam tumbuhan umumnya terikat sebagai glikosida, baik O-glikosida maupun C-glikosida (Markham, 1988; Harborne, 1987).
Flavonoid pada sayuran merupakan metabolit sekunder yang dimanfaatkan untuk kesehatan dan bahan pengkhelat yang menjadi penyumbang utama terhadap kapasitas fungsinya sebagai antioksidan. Selain berfungsi sebagai antioksidan, flavonoid juga dapat memodulasi jalur sinyal sel dan efeknya dapat ditandai pada fungsi sel dengan mengubah protein dan fosforilasi lemak dan modulasi ekspresi gen (Číž et al., 2010).
Berdasarkan uraian tersebut, maka perlu dilakukan penelitian mengenai standardisasi mutu ekstrak tanaman gedi (Abelmoschus manihot L.) Medik agar diperoleh keseragaman mutu, keamanan, dan khasiatnya sebagai antioksidan.

INFO LAIN DAN GAMBAR SILAKAN KLIK DI LINK TERKAIT/LINK RELEvAN DI BAWAH
Diterbitkan di: 11 Mei, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    ngak ada yg laenk gan ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    Laen apanya, gan? Aku gak ngerti? 08 Juni 2012
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.