>
Katarak
Dapat Dicegah
Penyakit katarak (Cataract) sebenarnya adalah perubahan lensa mata
yang sebelumnya jernih dan tembus cahaya menjadi keruh, sehingga bayangan yang
dihasilkan pada retina mata menjadi kabur. Karenakeruhnya lensa mata tersebut, sinar atau
bayangan benda yang dtlihat tidak dapat diteruskan ke saraf mata.
Katarak umumnya diderita oleh orang yang memasuki usia senja, walautidak tertutup kemungkinan adanya kasus
katarak pada anak-anak. Bahkannampaknya katarak
merupakan penyakit mata penyebab
kebutaan nomor satu di Indonesia.
Gejala
dan Penyebab
Proses katarak
biasanya terjadi secara perlahan. Awalnya, penderita mengeluhkan penurunan
ketajaman penglihatannya, atau penglihatan yang tidak jelas seperti adanya
kabut yang menghalangi obyek. Di samping itu penderita menjadi peka terhadap
sinar mata hari, terkadang penglihatan pada satu mata menjadi dua atau ganda.
Jika ingin membaca, si penderita harus membutuhkan cahaya yang terang. Tanda
yang tampak khususnya lensa mata berubah menjadi buram seperti kaca susu.
Sebenarnya gangguan penglihatan pada penderita katarak tergantung pada
letak kekeruhan lensa mata. Bila katarak terdapat pada pinggir lensa, penderita tidak merasakan
adanya gangguan penglihatan. Jika kekeruhan terdapat pada bagian tengah lensa, hal inilah
yang mengganggu ketajaman penglihatan.
Berdasar penyebabnya, katarak dapat dibagi menjadi 4 jenis sebagai berikut:
Pertama : Katarak Kongenital, yaitu katarak yang diderita bayi dan
anak-anak. Katarak ini terjadi karena adanya infeksi atau kelainan metabolisme
selama masa pembentukan janin. Dalam hal ini sang ibu terinfeksi virus pada
saat hamtl muda.
Kedua : Katarak Senilis, yaitu katarak yang disebabkan oleh
penuaan atau proses degeneratif, umumnya dialami orang berusia di atas 60
tahun. Katarak juga terjadi pada mereka yang mengalami miopia atau rabun jauh.
Dan ini bisa terjadi pada usia
yang lebih muda. Hal itu karena proses degeneratif yang terjadi pada lensa mata
orang miopia iebih cepat terjadi.
Ketiga
: KatarakTraumatik,yaitukatarakyangdisebabkanolehtraumaatau kecelakan pada mata, seperti terkena pukulan atau benturan pada
mata.
Keempat
: KatarakKomplikata,yaitukatarakyangdisebabkaninfeksi,komplikasi penyakit tertentu seperti diabetes
mellitus, atau hipertensi.
Selain
ituT katarak dapat terjadi karena mata sering terpapar sinar
matarahari/ultraviolet dalam waktu lama, kebiasaan merokok atau mengkonsumsi
alkohol.
Pengobatan
Cara yang
paling tepat untuk mengatasi katarak adalah operasi. Dahulu, katarak baru
dioperasi bila dikatakan sudah matang atau kekeruhan lensanya sudah penuh. Pada
kondisi itu tentu penderitanya telah mengalami kebutaan. Sekarang tidak lagi.
Sejak katarak diketahui pada tahap dini pun operasi sudah dapat dilakukan.
Sekarang
ini, teknik operasi katarak yang sering diterapkan adalah phacaoemulsification.
Dengan alat modern, dokter dapat melakukan penyerpian lensa mata orang yang
mengalami katarak, dan menyedot serpian-serpian lensa yang keruh. Sayatan yang
dilakukan sangat minimal, yaitu sekitar 2 mm saja, sehingga hanya digunakan
obat bius lokal (dalam bentuk obat tetes mata). Luka sayatannya pun tidak perlu
dijahit Waktu operasi menjadi lebih singkat, dan setelah operasi pasien dapat
kembali beraktivitas seperti biasa,
Pencegahan
Ada
beberapa cara untuk mencegah terjadinya katarak, antara lain menghindari
paparan sinar matahari atau sinar ultraviolet (UV) secara langsung dengan
memakai kacamata gelap. Mengapa? Karena sinar ultraviolet dapat menyebabkan
pembentukan katarak.
Cara lain adalah mengkonsumsi
makanan dan minuman bergizi seimbang. Sayur-sayuran dan buah-buahan yang
mengandung vitamin C berfungsi sebagai antioksidan untuk melumpuhkan radikal
bebas penyebab penuaan sel, sehingga berguna untuk mencegah katarak. Anggur
banyak mengandung proantosianidin yang dapat memperbaiki fungst retina,
terutama yang rusak akibat perdarahan pembuluh darah di mata dan
ketidakseimbangan gula darah. Sedangkan nanas banyak mengandung vitamin dan
mineral misalnya vitamin C, B kompleks, betakaroten atau pro vitamin A. Ikan
salmon dan tuna juga bisa membantu mencegah katarak. Dagingnya yang berwarna
gelap kaya akan DMA (Docosahexaenoid Acid) dan mengandung asam lemak
Omega 3 yang berperan penting dalam pembentukan retina mata.
Pencegahan
katarak dapat pula dilakukan dengan perilaku hidup sehat. Menghindari rokok
atau berhenti merokok dapat meminimalkan risiko katarak, mengingat bahwa rokok
menghasilkan radikal bebas yang meningkatkan risiko katarak dan mempercepat
proses degeneratif sel. Selain itu sering mengejapkan mata bisa membantu
membersihkan mata. Penggunaan obat tetes mata yang baik juga dapat dipakai
sebagai pembersih mata.