Sebuah penelitian di Cina menunjukkan bahwa binatang
tokek dipercaya dapat mengobati atau menghambat
tumor dengan cara memperkuat
energy tubuh. Tim peneliti yang diketuai Prof Wang dari Universitas Henan, China, menunjukkan bahwa zat aktif
tokek tidak hanya meningkatkan respons sistem kekebalan tubuh dari suatu organisme, tetapi juga menginduksi sel-sel
tumor apoptosis (yang membunuh dirinya sendiri) serta menekan ekspresi protein VEGF dan bFGF, faktor pendukung berkembangnya kanker. Kemoterapi—salah satu metode utama dalam pengobatan kanker yang kerap dilakukan para dokter saat ini—memiliki kelemahan karena tidak bisa selektif menyerang sel kanker sehingga memengaruhi zat antikanker itu sendiri, juga mengandung racun. Pada 40 tahun terakhir ini, para ahli dari China telah mendapatkan dan menggunakan metode pengobatan kanker yang lebih efektif, yang diintegrasikan dengan TCM plus kemoterapi. Temuan-temuan tentang hal ini telah dipublikasikan pada 7 Juli 2008 di World Journal of Gastroenetrology (Jurnal Gastroenterologi). Temuan yang sangat bermanfaat ini setidaknya dapat membantu dunia kedokteran dalam memerangi penyakit tumor dengan cara baru yang mudah dan efisien.