HEPATITIS SEMBUH GARA-GARA SANGITAN
Iwan kini bisa belajar lagi seperti biasa . ia dapat berkumpul dan bermain lagi
bersama teman-temannya , tak perlu takut ketinggalan pelajaran. Itu semua berkat sangitan yang diminumnyua. Hepatitis yang sempat menseranya selama 2 minggu sekarang bisa diusirnya.
Penyakiy ini bermula ketika pemuda berumur 14 tahun itu merasakan mual diperut dan sering muntah, tidak ada nafsu makan, badan lemah dan lemas, serta demam. tiga hari kemudian, perutnya tambah nyeri dan terasa tidak enak, tempatur tubuhnya makin tinggi, sekitar 39 C – 40 C. Secara perlahan , bagian putih mata tampak kuning, air seni berwarna kuning pekat, dan kulit menjadi kekuning-kuningan. Akhirnya ia terpaksa tinggal dirumah dan hany tergolek lemah.
Pakai akar
Tak jauh dari tempat tinggalnya, terdapat sebuah balai pengobatan tradisional. berbekal informasi dari para penduduk di sana, ibu iwan mendatangi balai tersebut. Neneng, herbalis disana, diundang untuk melihat kondisi iwan. Setelah pemeriksaan secara keseluruhan, ternyata iwan menderita hepatitis. kondisinya sudah sangat parah terbukti dari tekanan darah yang tinggi dan keluar berak berdarah (Melena). Berdasarakan pengalamannya, Neneng lantas memberikan resep obat tradisional. Untuk mengobati hepatitis , “ Saya anjurkan untuk minum rebusan akar sangitan, “ tutur gadis lulusan akademi perawat ini. Dalam beberapa referensi sangitan, terutama akarnya berkhasiat menyembuhkan penyakit yang populer disebut penyakit kuning. Resep yang diberikan, satu genggam akar direbus dengan 4 gelas air. kemudian didihkan sampai tinggal 2 gelas.
Mulai Sembuh
Untuk menyembuhkan disentri dan berak berdarahnya, Neneng menganjurkan makan caisim dan usus sapi. Cara mengkonsumsinya, Caisim dan usus sapi ditumis dengan minyak sedikit. Sedangkan untuk merendahkan tekanan darahnya, iwan diharuskan mengkonsumsi seledri dan bawang putih. “ kedua sayuran itu dikenal berkhasiat menurunkan tekanan darah. Banyaknya 5 lembar seledri dan 4 siung bawang putih dalam sehari.
Setelah seminggu iwan diperiksa ulang dan sudah banyak kemajuan. Tekanan darahnya sudah normal kembali. Seminggu kemudian, temperatur tubuh iwan mulai normal, berak darah hilang, bagian putih mata kembali putih, begitu pula kulitnya.
Tiga minggu setelah pengobatan, Iwan telah sembuh benar dan bisa belajar lagi. Malah dengan suka cita, pemuda yang supel itu mengabarkan kesembuhannya ke penduduk disekitarnya.