Ketika para orang tua membicarakan
amandel (maksudnya tonsilitis) yang kebetulan menimpa anaknya, maka topik yang sering
diperbincangkan gak jauh-jauh dari: harus operasi apa enggak, kalau operasi biayanya berapa, perlu waktu berapa lama untuk penyembuhan, mempengaruhi kekebalan tubuh apa enggak, apa resiko kalau tidak operasi dan sebaliknya, trus ada pantangan makanan atau minuman apa enggak, dan lain-lain, dan lain-lain … Nah, ini adalah tugas para dokter untuk menjelaskan kepada para orang tua ataupun penderita tonsillitis. Kalaupun penjelasan dari para dokter berbeda-beda, gak masalah, dan sangat wajar terjadi di dunia medis. Jangankan penjelasan berbeda, sedangkan penjelasan yang sama oleh dokter yang samapun bisa saja ditangkap berbeda oleh masing-masing penderita.
Tonsillitis adalah infeksi (radang) tonsil (
amandel) yang pada umumnya disebabkan oleh mikro-organisme (bakteri dan virus). Terbanyak dialami oleh anak usia 5-15 tahun.
Tonsillitis, berdasarkan waktu berlangsungnya (lamanya) penyakit, terbagi menjadi 2, yakni Tonsilitis akut dan Tonsilitis kronis.
Dikategorikan Tonsilitis akut jika penyakit (keluhan) berlangsung kurang dari 3 minggu. Sedangkan Tonsilitis kronis jika infeksi terjadi 7 kali atau lebih dalam 1 tahun, atau 5 kali selama 2 tahun, atau 3 kali dalam 1 tahun secara berturutan selama 3 tahun. Adakalanya terdapat perbedaan penggolongan kategori Tonsilitis akut dan Tonsilitis kronis.
GEJALA DAN TANDA
Keluhan yang dapat dialami penderita Tonsilllitis, antara lain:
*
Tengorokan terasa kering, atau rasa mengganjal di tenggorokan (leher)
*
Nyeri saat menelan (nelan ludah ataupun makanan dan minuman) sehingga menjadi malas makan.
*
Nyeri dapat menjalar ke sekitar leher dan telinga.
*
Demam, sakit kepala, kadang menggigil, lemas, nyeri otot.
*
Dapat disertai batuk, pilek, suara serak, mulut berbau, mual, kadang nyeri perut, pembesaran kelenjar getah bening (kelenjar limfe) di sekitar leher.
*
Adakalanya penderita tonsilitis (kronis) mendengkur saat tidur (terutama jika disertai pembesaran kelenjar adenoid (kelenjar yang berada di dinding bagian belakang antara tenggorokan dan rongga hidung).
*
Pada pemeriksaan, dijumpai pembesaran tonsil (amandel), berwarna merah, kadang dijumpai bercak putih (eksudat) pada permukaan tonsil, warna merah yang menandakan peradangan di sekitar tonsil dan tenggorokan.
Tentu tidak semua keluhan dan tanda di atas diborong oleh satu orang penderita. Hal ini karena keluhan bersifat individual dan kebanyakan para orang tua atau penderita akan ke dokter ketika mengalami keluhan demam dan nyeri telan.
PENCEGAHAN
Tak ada cara khusus untuk mencegah infeksi tonsil (amandel). Secara umum disebutkan bahwa pencegahan ditujukan untuk mencegah tertularnya infeksi rongga mulut dan tenggorokan yang dapat memicu terjadinya infeksi tonsil. Namun setidaknya upaya yang dapat dilakukan adalah:
*
Mencuci tangan sesering mungkin untuk mencegah penyebaran mikro-organisme yang dapat menimbulkan tonsilitis.
*
Menghindari kontak dengan penderita infeksi tanggorokan, setidaknya hingga 24 jam setelah penderita infeksi tenggorokan (yang disebabkan kuman) mendapatkan antibiotika.
Frequently Asked Questions ( FAQ )
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan oleh penderita atau orang tua penderita Tonsillitis.
Apakah tonsillitis yang udah besar banget harus operasi ? … Jawab: tentang operasi ntar dulu yaaa … kita bahas di bagian akhir :)
Katanya, tonsilitis dapat mengganggu kecerdasan, bener gak sih ? … Jawab: Tidak. Kecerdasan akan terganggu kalo gak belajar. Namun ada pendapat bahwa penderita tonsilitis dapat mengalami gangguan konsentrasi (mungkin karena keluhannya).
Kalo operasi amandel, mempengaruhi kekebalan tubuh apa enggak ? … Jawab: Enggak. Tonsil memang salah satu kelenjar yang berfungsi sebagai pertahanan tubuh di tenggorokan, tapi kelenjar lain di area tersebut buanyak banget, yakni kelenjar-kelenjar getah bening yang bertebaran di tenggorokan dan di bagian tubuh lainnya.
Ada pantangan makanan gak ? … Jawab: Gak ada. Silahkan baca lagi bab pencegahan.
Bener gak sih, sering minum air dingin di kulkas dapat menyebabkan tonsilitis ? … Jawab: Tidak, penyebabnya adalah infeksi oleh mikro-organisme.
Boleh mium es gak ? … Jawab: Saat infeksi, sebaiknya tidak minum es. Dianjurkan minum minuman hangat.
Apakah es dapat menyebabkan tonsilitis ? … Jawab: Enggak. Tonsilitis disebabkan infeksi oleh mikro-organisme. Namun, es dari air mentah (di tempat kami masih ada yg membuat es dari air mentah) dan menggunakan pemanis buatan, bisa jadi menimbulkan iritasi di tenggorokan yang memicu timbulnya infeksi tenggorokan ataupun infeksi tonsil. Tapi sejujurnya, gak ada penelitian ilmiah tentang hal ini.
Kalo coklat, cak ? … Jawab: Gak papa. Kalo gak mau coklat, kirim ke sini aja :P
Apalagi yaaa … ? *megang jidat sambil mengingat-ingat, dohhh … lupa* :roll: