BUDIDAYA TOGA
Tanaman toga awalnya merupakan tanaman liar sehingga
tidak memerlukan perawatan khusus kecuali apabila tanaman tersebut akan
dimanfaatkan dalam skala usaha. Perawatan cukup dilakukan dengan melakukan
penyiraman secara teratur setiap hari dan penggemburan dilakukan secara
hati-hati, karena jika dilakukan secara berlebihan justru menyebabkan busuk
rimpang.
Pemupukan dan pengendalian hama tanaman berhubungan erat
dengan penggunaan bahan kimia yang dalam pupuk atau pestisida. Penggunaan pupuk
tersebut diharapkan jangan berlebihan, karena bisa mencemari lingkungan dan
nantinya akan tertinggal dalam jaringan daun sehingga bila dikonsumsi manusia
atau ternak akan muncul suatu berbagai penyakit.
Oleh karena itu muncul suatu istilah pertanian organik,
di mana penggunakan bahan kimia diminimalkan, bahkan sampai pada taraf
dihilangkan. Bahan organik ini nantinya tidak akan meninggalkan residu dalam
lingkungan maupun pada tanaman sehingga sangat aman bila dikonsumsi. Berikut
ini beberapa contoh pupuk organik yang digunakan dalam tanaman toga antara lain
pupuk kandang, kompos, humus, sampah dapur, serasah daun-daun, dan sisa-sisa
bagian tubuh hewan yang ditumbuk halus.