Tips Sembuhkan Alergi
Summary ratings: 3 stars
(xx voters)
Kunjungan:
76
kata:
600
Diterbitkan di: April 14, 2008
Timbulnya penyakit alergi, jelas Prof. DR. Dr. H.
R. Karnen Garna Baratawidjaja, Sp.PD-KAI, FAAAI., memang tergantung dari
besar-kecilnya pencetus. Jika faktor keturunan kadarnya besar dan faktor
lingkungan kecil, reaksi alergi tetap bisa terjadi. Begitu pula sebaliknya.
"Tapi kalau faktor keturunan besar dan lingkungan tidak memacu, alergi itu
tidak akan terjadi," ujar ahli alergi dari Klinik Alergi dan Imunologi
ini.
Tes Reaksi Cepat
Ditegaskan Prof. Karnen, penanganan alergi akibat
faktor keturunan ini masih sulit. Meskipun saat ini banyak penelitian
difokuskan ke arah itu. Penelitian biasanya dilakukan sejak bayi masih berada
dalam kandungan. Memang lebih mudah mengetahui alergi akibat faktor lingkungan,
yaitu dengan melakukan anamnese (wawancara dengan pasien). "Bila pasien
yang datang mengalami gatal-gatal setelah makan udang, ya anjurannya jangan
makan udang lagi. Pada pasien yang mengalami gatal-gatal sehabis luluran,
bahan-bahan yang terdapat dalam lulur itu harus diperiksa," cetusnya. Ditambahkan
bahwa untuk mengetahui hubungan antara penyebab dan timbulnya gatal-gatal itu
tidak selalu mudah. Untuk memastikannya di Klinik Alergi dan Imunologi ini akan
dilakukan beberapa tes. Ada tiga
jenis pemeriksaan yang bisa dijalani, terutama untuk memperdalam kasus alergi,
terutama yang diakibatkan faktor lingkungan.
Pertama yaitu tes tusuk kulit (skin prick test).
Pada pemeriksaan ini kulit akan diberi alat khusus yang bernama point. Alat ini
diletakkan di atas kulit dengan cara agak ditekan-tekan. Point sendiri berupa
bahan-bahan alami, misalnya berbagai jenis makanan, bahkan tepung sari.
"Di sini sama sekali tidak menggunakan jarum suntik, maka itu tidak
setetes pun darah mengalir," ujar Prof. Karnen. Tes tusuk kulit ini reaksinya
cepat sekali, hanya sekitar 15 menit. Jenis tes lainnya adalah tes tempel
(patch test). Bila dokter menduga kelainan kulit yang ada diakibatkan kontak
dengan bahan kimia, maka satu-satunya cara untuk membuktikannya yakni dengan
tes tempel ini. Alergi sejenis ini disebut dermatitis kontak alergi. Patch test
dilakukan dengan menempatkan bahan-bahan kimia dalam tempat khusus (finn
chamber) lalu ditempelkan pada punggung pasien. Waktu yang digunakan sekitar 48
jam dan selama pemeriksaan pasien dianjurkan untuk tidak melakukan kegiatan
jasmani atau bekerja keras.
Jenis tes yang terakhir adalah tes darah. Pada
kasus alergi umumnya terdapat jenis antibodi IgE yang meningkat. Contohnya,
orang yang alergi terhadap susu, akan menunjukkan adanya peningkatan IgE
terhadap susu. Harapannya bila telah ditemukan penyebabnya, cara mengatasinya
cukup dengan menghindari pencetus tadi. Namun kadang tidak segampang itu.
Karenanya perlu diadakan uji darah dengan dibarengi diit alergi.
Klinik Alergi dan Imunologi
Jl. Sisingamangaraja No. 49/51
Kebayoran Baru, Jakarta
Selatan.
Telp. (021) 7223259-60, 7221445
Fax. 7395756