Penggunaan Pestisida Bisa Menyebabkan Parkinson
Summary rating: 2 stars
1 Tinjauan
Kunjungan:
103
kata:
300
Diterbitkan di: April 08, 2008
Dugaan kuat akan adanya kaitan risiko penyakit
syaraf dengan zat kimia pemberantas hama
tersebut muncul lewat hasil penelitian yang dipublikasikan jurnal BMC Neurology
belum lama ini. Penelitian terhadap 600 partisipan di Amerika Serikat menemukan
bahwa mereka yang terpapar kandungan kimia dalam pestisida berisiko 1,6 kali
mengidap penyakit Parkinson ketimbang yang tidak terkena pestisida. Para
ahli mengatakan temuan ini mengindikasikan bahwa pestisida kini memegang peran
penting sebagai penyebab penyakit walaupu dipengaruhi oleh kombinasi banyak
faktor. Parkinson, yang biasanya timbul pada pasien usia lanjut, dapat
mempengaruhi dan mengganggu kemampua motorik serta berbicara.
Faktor genetika sejak lama dipercaya memberi kontribusi penting akan
timbulnya penyakit ini. Penggunaan pestisida
Kaitan antara Parkinson dengan penggunaan pestisida belum lama ini terungkap
lewat riset yang dilakukan tim ahli dari Duke
University, Miami
University dan Udall Parkinson
Disease Research Center of Exellence. Sekitar 319 pasien pengidap Parkinson
direkrut untuk ditanyai mengenai penggunaan pestisida dan jawaban mereka
dibandingkan dengan 200 orang anggota keluarga serta partisipan lain yang tidak
mengalami penyakit ini.
Individu-individu yang memiliki hubungan dengan
penggunaan pestisida dipilih dan dianalisis. Mereka yang terpilih
menceritakan latar belakang lingkungan serta faktor genetika dengan tujuan
untuk mengisolasi dampak pestisida. Hasil analisis mengindikasikan, mereka yang
terpapar pestisida berisiko hingga 1,6 kali lebih besar mengalami
Parkinson. Penggunaan pestisida berlebihan atau yang
diklasifikasikan lebih dari 200 hari terpapar pestisida sepanjang hidup,
tercatat memiliki risiko dua kali lipat. Dalam penelitian ini juga
diungkapkan bahwa herbisida dan insektsida adalah jenis pestisida yang sangat
berpengaruh dalam meningkatkan risiko Parkinson.