Resep Penggelontor Gangguan Prostat
Summary rating: 2 stars
17 Tinjauan
Kunjungan:
338
kata:
600
Diterbitkan di: Februari 19, 2008
Organ reproduksi pria yang sering bermasalah adalah
kelenjar prostat. Kelenjar yang terletak di antara kantong kemih dan saluran
kemih keluar (uretra) ini memang cuma sebesar biji kenari. Namun, sekali
mengalami gangguan, bukan main akibatnya. Berat kelenjar yang
mengelilingi saluran uretra ini pada laki-laki normal lebih kurang 20 gram.
Fungsinya sebagai penghasil cairan semen (air mani) yang menjaga sperma agar
tetap hidup. Ketika pria mencapai usia pubertas, kelenjar prostat mulai membuat
cairan mani. Seiring bertambahnya usia, pria dapat mengalami gangguan prostat
seperti pembesaran, peradangan, bahkan kanker. Hal itulah yang bisa menyebabkan
kematian.
Dr. Johan Wibowo, Sp.BU, dari Bagian Urologi RS
Omni Medical Center, Jakarta,
menjelaskan ada tiga jenis gangguan pada prostat. Pertama, pembesaran prostat
jinak (PPJ). Gangguan ini merupakan kondisi pertumbuhan kelenjar prostat yang
berlebihan. Secara umum terdapat dua faktor utama yang memengaruhi penyebab
gangguan ini, yakni bertambahnya usia dan berfungsinya sel leydig pada testis
sebagai penghasil hormon androgen utama, yaitu testosteron. Perubahan
testosteron menjadi dehidrostestosteron (DHT) di dalam sel prostat menjadi
faktor masuknya DHT ke dalam inti sel prostat yang dapat menyebabkan inskripsi
pada RNA, sehingga terjadi pembentukan protein yang menyebabkan sel prostat
bertambah banyak. Seseorang yang mengalami pembesaran prostat menunjukkan
sejumlah gejala yang berkaitan dengan pengeluaran air seni, yakni pancaran
kencing lemah, kencing tak lampias, kencing terputus-putus, saat mulai kencing
lama, sering kencing, kencing harus terburu-buru, ngompol atau kencing menetes,
kencing di malam hari lebih dari dua kali.
Deteksi Dini
Kedua, radang prostat (prostatitis). Kelenjar prostat dapat terinfeksi oleh
bakteri dan meradang serta membengkak, sehingga menimbulkan rasa sakit. Radang
prostat dapat terjadi seketika serta bersifat akut atau kronis. Lebih dari 35
persen pria berumur 50 tahun ke atas menderita radang prostat. Hal ini paling
umum pada pria yang mengalami radang saluran kemih secara berulang-ulang.
Sekitar 80 persen pria dengan gangguan ini disebabkan oleh bakteri Escherichia
coli, dan sisanya oleh bakteri Klebsiella, Enterobakteri, Pseudomonas,
Streptokokkus, dan Stafilokokkus. Komplikasi biasanya berupa radang saluran
kemih. Pada beberapa orang, sering dijumpai rasa sakit sewaktu ejakulasi ketika
berhubungan seksual, adanya darah di dalam sperma, dan fungsi seksual mengalami
penurunan.
Ketiga, kanker prostat. Kanker menyerang kelenjar
prostat, sehingga sel-sel tumbuh abnormal dan tidak terkendali. Dalam beberapa
tahun terakhir ini, kanker prostat merupakan keganasan tersering pada pria di
Amerika Serikat. Data dari 13 fakultas kedokteran negeri di Indonesia
menunjukkan kanker prostat termasuk dalam 10 penyakit keganasan tersering pada
pria. Di Subbagian Urologi, Bagian Bedah FKUI/RSCM, selama periode 1995-1998
ditemukan rata-rata 17 kasus per tahun dan menduduki peringkat kedua setelah
kanker buli-buli (kandung kemih).
Kanker prostat dibagi menjadi dua golongan besar, yakni kanker yang masih
terbatas dalam organ prostat (kanker dini) dan yang sudah menyebar keluar prostat,
baik ke organ sekitar maupun metastasis (penyebaran) jauh (kanker lanjut). Sebuah
situs kesehatan menyebutkan, American Cancer Society menganjurkan pria berusia
di atas 50 tahun mengikuti program deteksi dini kanker prostat dengan melakukan
pemeriksaan prostate specific antigen (PSA) total dan dubur yang disebut
digital rectal examination (DRE). Bila ada riwayat kanker dalam keluarga,
program deteksi dini kanker prostat ini dianjurkan sejak usia 40 tahun.
Apel dan Tomat
Sebuah situs kesehatan menulis, bawang diyakini dapat memberikan perlindungan
terbaik terhadap kanker prostat, sedangkan daging merah menjadi faktor risiko
terbesar penyakit ini. Para peneliti juga berhasil
mengidentifikasi apa yang melindungi dan meningkatk