Ramuan Masuk Angin untuk Si Kecil
Summary ratings: 3 stars
(xx voters)
Kunjungan:
95
kata:
900
Diterbitkan di: Februari 19, 2008
Masuk angin biasa ditandai dengan terganggunya alat
pernapasan dan pencernaan. Perut kembung, mual, muntah, batuk, pilek, dan
sariawan merupakan beberapa dari tanda-tanda itu. Berikut ini beberapa ramuan
untuk mengatasinya. Tradisi minum ramuan tradisional atau
tanaman obat sudah ditinggalkan orang. Tak lain karena kebanyakan orang tak
lagi mengetahui kegunaan dari tanaman tersebut untuk pengobatan. Bahkan,
sebagian orang menganggap ramuan tradisional itu kuno, repot, pahit, bau, dan
tidak manjur. Padahal, menurut Yellia Mangan, herbalis dan praktisi pengobatan
tradisional di Jakarta, ramuan tradisional cukup efektif untuk mengobati
penyakit pada anak, terutama penyakit ringan seperti pilek, panas, diare,
ataupun masuk angin. Semua itu dengan catatan, bila dalam waktu 3 hari tak ada
gejala membaik, anak tetap harus dibawa ke dokter. Berikut ramuan peluruh
gangguan pernapasan dan pencernaan yang ditawarkan Drs. Bambang Mursito, Apt,
M.Si.
Gangguan Pencernaan
Tanda-tanda masuk angin pada gangguan saluran pencernaan anak, antara lain
mual, muntah, dan masuk angin. Gejala lain, yakni sariawan, kembung dan mulas,
cacingan, sembelit, diare, dan kurang nafsu makan. Berikut ramuan untuk
mengatasi gangguan saluran pencernaan:
1. Sariawan
Bahan: 1 jari rimpang temulawak, 1 jari buah asam, gula aren, 1 gelas air
Pemakaian: Cuci bersih temulawak, lalu iris tipis-tipis. Masak bersama-sama asam
dan air hingga mendidih. Setelah dingin, saring. Tambahkan gula aren sambil
diaduk. Minum tiap pagi dan sore, masing-masing 1/2 gelas.
Bahan: 10 helai daun sirih, 1 gelas air
Pemakaian: Cuci daun sirih. Masak dengan segelas air dalam kuali tertutup hingga
mendidih. Setelah dingin, saring. Airnya digunakan untuk kumur-kumur sebelum
makan. Lakukan setiap hari hingga sembuh.
2. Sembelit
Bahan: 20 gram daun lidah buaya, 2 sendok makan madu
Pemakaian: Kupas daun lidah buaya. Masukkan daging daun lidah buaya dalam
sebuah wadah, tambahkan madu. Aduk hingga homogen. Minum tiap pagi dan sore
hingga sembelit hilang.
Bahan: 1 jari rimpang temulawak, 1/2 gelas air
Pemakaian: Cuci rimpang temulawak, potong tipis-tipis. Masak hingga mendidih.
Setelah dingin, saring. Airnya diminum sekaligus. Lakukan setiap pagi hingga
sembuh.
3. Diare dan Muntah
Bahan: 3 sendok teh adas, 5 lembar daun jambu biji, 10 cm kulit batang
pulasari
Pemakaian: Cuci bersih adas dan daun jambu biji. Adas dimemarkan, sedangkan
daun jambu biji dipotong kecil-kecil. Tambahkan 1 1/2 gelas air dan batang
pulasari, masak hingga mendidih selama 30 menit. Setelah dingin, saring. Airnya
diminum tiap pagi dan sore, masing-masing 1/2 gelas.
Bahan: 20 helai daun salam, 1 gelas air
Pemakaian: Cuci bersih daun salam, lalu haluskan. Masak hingga mendidih selama
30 menit. Setelah dingin, saring. Airnya diminum tiap pagi dan sore,
masing-masing 1/2 gelas. Lakukan hingga sembuh.
Gangguan Pernapasan
Keluhan seputar sakit di saluran pernapasan paling umum menimpa anak-anak,
terutama di musim hujan atau pancaroba. Petunjuk umum adanya gangguan di sistem
pernapasan adalah batuk, demam, kesulitan bernapas, bersin, rasa tidak enak
pada tenggorokan atau dada, nyeri dada, bibir membiru, serta suara mendengkur
saat bernapas.
Berikut ramuan untuk mengatasinya.
1. Batuk
Bahan: 30 gram bawang putih, 25 gram gula batu, 1 gelas air matang
Pemakaian: Kupas kulit bawang putih, lalu lumat. Tambahkan gula batu dan 1
gelas air matang, diamkan selama 5 jam, lalu saring. Minum sehari sekali, 1
sendok makan.
2. Asma
Bahan: 1 batang rimpang alang-alang, 1/2 jari rimpang kencur, 5 lembar daun
sirih, 1 gelas air, 1 sendok makan madu, 1 sendok teh air jeruk nipis
Pemakaian: Cuci semua bahan. Alang-alang dan kencur dipotong-potong, daun sirih
diremas-remas. Masak hingga mendidih dalam keadaan tertutup. Setelah dingin,
saring. Tambahkan madu dan air jeruk nipis, aduk hingga homogen. Minum sekali
sehari sebelum tidur, sebanyak