Halaman Utama Shvoong > Kedokteran & Kesehatan > Pengobatan Alternatif > Bijaksana Mengonsumsi Gula

.

Bijaksana Mengonsumsi Gula

Pengarang : Primus
Ringkasan oleh : tedifa
Kunjungan : 75  kata: 300   Diterbitkan di: Januari 22, 2008
Siapa
tak suka dengan rasa manis? Boleh dikata, bahkan tak ada seorang pun menolak
jika harus menempatkan rasa manis sebagai pilihan utama pada menu yang
dikonsumsi.
Gula atau sukrosa adalah bentuk dari karbohidrat. Pada
prosesnya, sukrosa mesti melalui pemurnian untuk menjadi gula kristal yang
dikenal khalayak.
 
Untuk manusia, gula bagi sel-sel tubuh merupakan energi
yang menggerakkan sel-sel. Gula pun membuat sel-sel otot bisa bergerak, enzim
dapat membuat enzim, sel darah putih bisa melawan penyakit, dan lain-lain.
Sejatinya, gula yang juga terkandung di dalam ExtraJoss, adalah energi untuk
proses berguna bagi tubuh.
 
Hasil riset ilmiah menunjukan, antara 40 persen sampai
dengan 60 persen total kalori kebanyakan orang diperoleh dari karbohidrat,
khususnya kompleks, dan mengandung gula alami. Sekadar Anda tahu, karbohidrat
kompleks mengandung kalori, vitamin, mineral, dan serat.
 
Sementara itu, perkembangan teknologi memang memunculkan
beberapa temuan pemanis buatan. Misalnya, siklamat. Uniknya, siklamat memiliki
kadar kemanisan hingga 200 kali gula alami. Makanya, pemakaian siklamat dalam
jumlah sedikit ketimbang gula alami, sudah menghasilkan rasa manis. Oleh karena
itulah, pilihan pada siklamat sebagai pengganti gula alami kerap diambil oleh
pelaku bisnis minuman maupun makanan. Dari segi biaya, lebih efisien
menggunakan siklamat bukan?
 
Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM)
sudah menyatakan hal pemanis buatan itu.  Keputusan Kepala Badan POM No HK
00.05.5.1.4547 tahun 2004 pasal 2 butir 2 menyatakan pemanis buatan
digunakan pada pangan rendah kalori dan pangan tanpa penambahan gula. Selain itu pemanis buatan sebenarnya hanya untuk penderita
diabetes mellitus atau orang yang sedang diet saja (Peraturan Menteri Kesehatan
No. 208 tahun 1985 pasal 10 ayat 4 dan pasal 11 ayat 2 butir c). 
Kembali pada gula, pada akhirnya, sama tidak
bijaksananya jika Anda mengonsumsi berlebihan. Soalnya, segala sesuatu yang
berlebihan, ujung-ujungnya akan membawa banyak kerugian. Beragam penyakit,
utamanya.
 

Abstrak lain tentang Bijaksana Mengonsumsi Gula
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------