Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Kedokteran & Kesehatan>Jurnal teori Peplau terkait wanita HIV/AIDS

Jurnal teori Peplau terkait wanita HIV/AIDS

oleh: hdpratiwi    
ª
 
Perkembangan dunia sekarang ini semakin tumbuh pesat. Hal itu mendorong semuanya mengalami perkembangan. Dari semua aspek dan bidang kerja kehidupan semakin berkembang.Peplau (1952) teori hubungan interpersonal menyediakan dasar teoritis yang sesuai untuk studi tentang faktor-faktor psikososial yang mempengaruhi wanita yang terinfeksi HIV mengalami kesulitan dalam pengobatan. Sekitar 9 juta perempuan di seluruh dunia telah meninggal karena AIDS, dan sekitar 16,4 juta terinfeksi HIV (pusat pengendalian penyakit, 2000). Peplau mengusulkan bahwa hubungan antara pasien dan penyedia layanan kesehatan utama (PCHP) adalah dasar dari terapi praktek dan bahwa setiap aspek perawatan pasien yang berpusat di sekitar hubungan itu (Howk et al., 1998).

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa gaya hidup karakteristik, dukungan sosial jaringan, kepercayaan dalam penyedia layanan kesehatan, dan kompleksitas dari protokol pengobatan merupakan faktor penting dalam kepatuhan (dapat z al., 2000a; Catz et al., 20006; Proctor et al., 1999; Roberts & amp; Mann, 2000). Faktor yang mempengaruhi kemampuan perempuan untuk pengobatan HIV mungkin berbeda dari yang sebelumnya diidentifikasi dalam kelompok-kelompok laki-lak Teori Peplau berfokus pada komunikasi dan menggaris bawahi pentingnya membangun hubungan terapeutik dalam menanggapi masalah kesehatan. (Burke & amp; Dunbar-Jacobs, 1995).



1.1 Tujuan Penulisan

Tujuan dari penulisan jurnal ini adalah untuk menentukan faktor-faktor psikososial yang terkait dengan mengatasi kesulitan dalam pengobatan dalam sekelompok perempuan yang terifeksi HIV

2.1 Judul Jurnal

“MENGGUNAKAN TEORI PEPLAU UNTUK MEMERIKSA FAKTOR-FAKTOR PSIKOSOSISAL YANG TERKAIT DENGAN PEREMPUAN YANG TERINFEKSI HIV YANG KESULITAN DALAM MENJALANI PENGOBATAN”


2.2 Isi Jurnal

Kerangka dan alasan Peplau teori ini menyiratkan penting penyedia perawatan kesehatan dalam pasien jaringan sosial. Pasien dan PCHP memegang ide-ide pendapat yg terbentuk sebelumnya tentang satu sama lain, dan mereka memiliki tujuan dan kepentingan yang terpisah. Hubungan berkembang ke tahap kedua, yang merupakan fase identifikasi, pasien mulai mengidentifikasi PHCP sebagai seseorang yang dapat menawarkan bantuan. Seperti hubungan terapeutik yang kuat, fase identifikasi menimbulkan fase eksploitasi di mana pasien memperoleh manfaat penuh dari apa yang ditawarkan dalam hubungan. Hubungan antara pasien dan PHCP yang didasarkan pada kepercayaan, rasa hormat, dan komunikasi yang efektif, meningkatkan kepuasan pasien dan kepatuhan. Perawatan individual diperlukan dalam mengurangi hambatan untuk perawatan. Perawatan individual dapat menanamkan perasaan yakin dan dukungan dalam pasien, dan perasaan yakin dan dukungan dapat berkontribusi untuk hubungan positif antara PHCP dan perempuan HIV. Bukti konsep-konsep ini tumpang tindih dan saling mendukung ketepatan empiris teori Peplau untuk studi ini. Fase dan konsep tumpang tindih secara bersamaan dalam hubungan antara PHCP dan seorang wanita HIV.

2.2.1 Hambatan

Ketidakmampuan penyedia layanan kesehatan untuk berkomunikasi secara efektif dapat menyebabkan kesulitan bagi pasien. Komunikasi terbuka tidak hanya memperkuat hubungan pasien dengan PHCP, tapi dapat mencerahkan penyedia tentang pola kebiasaan dan pilihan pasien, memberdayakan penyedia layanan untuk membantu dan memotivasi perempuan untuk melakukan pengobatan yang ditentukan. Hambatan yang mereka alami antara lain:

a. kurangnya pengetahuan;

b. takut menerima perawatan yang negatif;

c. penyedia ketidaksensitifan;

d. kurangnya pendidikan;

e. kurangnya kerahasiaan;

f. kurangnya kejujuran;

g. menyalahkan para korban.

Dalam makalah ini dipilih jurnal yang memiliki topik tentang keperawatan yang mampu menjadi tinjauan utama keperawatan. Karena dengan begitu dapat diketahui apakah keperawatan menyediakan disiplin ilmu dan wawasan yang lebih berkembang dalam dunia kesehatan dan pengobatan atau tidak. Karena penegetahuan seorang perwata asalah cermin semuanya.

Diterbitkan di: 12 Januari, 2013   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Komentar Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.