Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Kedokteran & Kesehatan>Penyakit pneumotoraks pada anak di ruang intensif anak

Penyakit pneumotoraks pada anak di ruang intensif anak

oleh: hdpratiwi    
ª
 
Pneumotorakas adalah kolapsnya sebagian atau seluruh paru yang terjadi sewaktu udara atau gas lain masuk keruang pleura yang mengelilingi paru (Corwin, 2009). Kejadian pneumotoraks banyak tejadi pada neonatus. Oleh karena itu, pada usia neonatus, pneumotoraks merupakan salah satu penyebab kematian utama. Pada jurnal ini disebutkan bahwa kejadian pneumotoraks pada neonatus yang dirawat di NICU paling banyak disebabkan oleh berat badan lahir rendah, berat badan lahir sangat rendah, neonatus yang menderita penyakit paru sebelumnya seperti sindrom distress pernafasan dan pneumonia, neonatus yang menggunakan ventilasi mekanis, proses kelahiran, neonatus yang memakai endotrakeal tube (ETT) dll. Namun paling banyak pnemotoraks terjadi pada neonatus yang berjenis kelamin laku-laki dan neonatus yang menggunakan ventilasi mekanis. Usia rata-rata terjadinya pneumotoraks adalah 5,26 hari dan hanya 50,8% pneumotoraks berkembang dalam 48 jam pertama. Terapi penggantian surfaktan dapat mengurangi resiko terjadinya pneumotoraks pada neonatus selama menggunakan ventilasi mekanik. Namun pada penelitian ini, hampir semua kasus pneumotoraks dikelola dengan menggunakan aspiarsi jarum yang diikuti oleh penyisipan tabung interkostal. Pneumotoraks dapat sembuh dengan spontan jika mempengaruhi <15% dari hemithoraks pasien, jika tidak maka udara harus dihilangkan. Namun rata-rata dari neonatus yang menderita pneumotoraks yang dapat bertahan hidup lebih sedikit daripada yang meninggal dunia.

Sedangkan di Indonesia, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Cahyono dan Rahmi, 2011 pneumotoraks dan pneumomediastinum merupakan salah satu komplikasi dari tindakan trakeostomi darurat. Trakeostomi adalah tindakan bedah dengan cara membuat lubang di trakea untuk membebaskan jalan nafas.

Berdasarkan hal tersebut diatas dapat diketahui bahwa kebanyakan kasus pneumotoraks berasal dari faktor eksternal daripada faktor internal seperti penyakit paru sebelumnya.

Kelebihan jurnal:

1. Penyajian jurnal menarik, jurnal menyajikan gambar dan tabel sehingga pemebaca dapat cepat memahami isi jurnal

2. Jurnal secara jelas memaparkan neonatus yang menderita pneumotoraks akibat dari ventilasi mekanis dll;

3. Jurnal berisi tentang banyaknya neonatus penderita pneumotoraks akibat kesalahan tindakan yang dilakukan di NICU sehingga hal ini dapat membantu tenaga kesehatan khususnya perawat untuk lebih berhati-hati dalam melakukan terapi khususnya yang berhubungan dengan penyebab pneumotoraks;

4. Junal ini juga menjelasakan tentang faktor resiko terjadinya pneumotoraks, hal ini juga dapat membantu perawat untuk lebih berhati-hati dalam memberikan asuhan keperawatan yang berhubungan dengan pernafasan bayi;

5. Jurnal ini juga menjelaskan tentang terapi surfaktan yang digunakan untuk mengurangi resiko terjadinya pneumotoraks pada neonatus selama menggunakan ventilasi mekanik.

Kekurangan jurnal:

1. Jurnal tidak menjelaskan tentang proses terjadinya pneumotoraks pada neonatus akibat kesalahan tindakan yang dilakukan oleh petugas kesehatan.

2. Jurnal tidak menjelaskan bagaimana cara untuk mengatasi agar pnemotoraks pada neonatus yang dirawat di NICU tidak terjadi.

3. Jurnal tidak menjelaskan bagaimana cara pemberian penggantian terapi surfaktan pada neonatus yang menggunakan ventilasi mekanik untuk mengurangi resiko terjadinya pneumotoraks.

4. Jurnal tidak menjelaskan cara untuk mengurangi kematian pada neonatus yang menderita pneumotoraks di NICU.

Diterbitkan di: 05 Januari, 2013   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Komentar Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.