Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Kedokteran & Kesehatan>Tujuan permeriksaan fisik muskuloskeletal

Tujuan permeriksaan fisik muskuloskeletal

oleh: hdpratiwi    
ª
 
A. PENDAHULUAN

Sistem muskuloskeletal merupakan sistem yang kompleks. Pengkajian sistem muskoloskeletal meliputi pemeriksaan pada tulang, persendian dan otot. Pengkajian ini rumit karena bagian-bagian ini bertanggung jawab untuk pergerakan, penunjang, dan stabilitas tubuh. Selaian itu fungsinya juga terintegrasi dengan sistem saraf dan integumen. Oleh karena itu sebelum melakukan pemeriksaan fisik, seorang perawat terlebih dahulu harus mengetahui tentang anatomi fisiologi sistem muskuloskeletal dan integrasinya dengan sistem persarafan dan integumen.


B. DEFINISI

Pemeriksaan fisik sistem muskuloskeletal adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan pada tulang, persendian dan otot. Biasanya, pengkajian sistem muskoloskeletal merupakan bagian kecil dari keseluruhan pengkajian fisik, terutama untuk klien yang mempunyai keluhan lain. Tetapi, jika pengkajian umum menunjukkan abnormalitas atau riwayat gejala, maka pengkajian yang lengkap terhadap sistem tersebut akan diperlukan.


Perawat dapat belajar mengintegrasikan bagian-bagian pengkajian muskoloskeletal pada saat klien berjalan, bergerak di tempat tidur atau melakukan segala jenis aktivitas fisik. Pengkajian fungsi muskoloskeletal berfokus pada penentuan rentang gerak sendi dan otot. Pengkajian integritas muskoloskeletal sangat penting terutama jika klien mengeluh nyeri atau kehilangan fungsi sendi atau otot. Seringkali gangguan muskuler adalah manifestasi dari penyakit neurologik. Untuk alasan inilah pengkajian neurologik sering kali dilakukan secara bersamaan.


Teknik utama dalam pemeriksaan muskuloskeletal adalah dengan menggunakan inspeksi dan palpasi. Otot dan sendi harus dipajankan dan bebas bergerak. Tegantung dari otot apa yang dikaji klien dapat dalam posisi duduk, terlentang, telungkup, atau berdiri. Pada pemeriksaan sistem muskoloskeletal dapat dipakai pula tiga cara praktis yaitu; look (lihat), feel (rasa) dan move (gerak).


Pada saat pemeriksaan melakukan pemeriksaan muskoskeletal, perawat dapat melakukannya dengan cara anamnesa untuk mengetahui riwayat kesehatannya, termasuk riwayat penyakit dahulu, obat-obatan, fungsional sampai dengan riwayat sosial, dimana akibat gangguan fungsional membuat klien tidak dapat berjalan, makan dan lain-lain. Setelah anamnesa, maka dapat dilakukan pemeriksaan fisik, dan diikuti pemeriksaan penunjang lainnya.


C. TUJUAN

Tujuan pemerikaan fisik sistem muskuloskeletal adalah :

1. Memperoleh data dasar tentang fungsi otot, tulang dan persendian

2. Mengetahui mobilitas otot (range of motion) pasif dan aktif

3. Mengetahui tonus otot

4. Mengetahui kekuatan otot

5. Mengetahui adanya gangguan pada sistem muskuloskeletal

Diterbitkan di: 17 Nopember, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Komentar Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.