Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Merokok

oleh: dominiq    
ª
 
st1\:*{behavior:url(#ieooui) } /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; text-inden t:.5in; line-height:115%; font-size:11. 0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-fareast-font-family:"TimesNew Roman";}

MEROKOK

(Alasan Orang Merokok, Merokok Merusak Kesehatan dan Kecanduan)


Pengantar

Merokok adalah suatu kegiatan yang tidak asing lagi bagi kita semua. Banyak orang ketagihan rokok, baik laki-laki maupun perempuan, tua ataupun muda. Pada saat ini merokok menjadi sebuah budaya.[Kebiasaan ini adalah kebiasaan yang tidak sehat dan berbahaya. Banyak dari para perokok mengetahui bahwa merokok merusak kesehatan. Meskipun demikian, mereka tetap merokok dan sulit untuk berhenti merokok. Oleh karena itu persoalan yang diangkat oleh penulis adalah mengapa orang merokok? Mengapa merokok dapat merusak kesehatan? Dan mengapa perokok sulit untuk menghentikan aktivitas merokok?


Mengapa orang merokok?

Banyak orang mengklaim bahwa rokok membantu mereka mengatasi stres, atau merokok sebagai dukungan ketika mengalami hal tidak enak. Alasan yang lain adalah menikmati rokok dengan orang lain sebagai aktivitas sosial bersama, menggunakan rokok untuk memulai percakapan saat bertemu orang baru, merokok tidak membuat bosan atau kesepian, rokok sebagai sumber inspirasi disaat sedang mengerjakan tugas,menambah kepercayaan diri. Dari beberapa alasan yang telah dikemukakan oleh para perokok, tindak lanjutnya adalah sampai dimana kebenarannya.

Pada saat orang mengalami tekanan pekerjaan ataupun hal-hal yang tidak enak, membuat panik dan bingung. Seringkali orang mengambil kompensasi atau pelarian dalam hidupnya. Ada yang positif ada yang negatif. Contoh positifnya adalah orang tersebut mencoba untuk konseling, rekreasi, berdoa, dll. Contoh negatifnya adalah minum minuman keras, narkoba atau merokok. Tidak dapat disangkal lagi bahwa dalam contoh negatif, rokok menjadi alternatif utama daripada minuman keras ataupun narkoba. Dari sudut pandang perokok, hal ini dapat lebih diterima dengan akal sehat karena resikonya lebih kecil dari minuman keras dan narkoba yaitu over dosis atau ditangkap polisi dan dipenjara. Akan tetapi apakah hanya sebatas itu? Ternyata ada tinjauan yang mengulas lebih dalam lagi. Dalam suatu penelitian, salah satu efek dari rokok (dimana mengandung nikotin) mengakibatkan otak dari orang yang rutin mengkonsumsi rokok memproduksi zat penghilang rasa sakit alami dan apabila kebanyakan zat tersebut dapat menimbulkan Euforia (kegembiraan yang berlebih). Dari hasil penelitian tersebut sangatlah masuk akal apabila merokok dapat menghilangkan stres, kepanikan, bingung dan tertekan, mengingat efek yang ditimbulkan oleh rokok tersebut.

Mengenai pernyataan “menikmati rokok dengan orang lain sebagai aktivitas sosial bersama”, “menggunakan rokok untuk memulai percakapan saat bertemu orang baru”, “merokok sebagai sumber inspirasi disaat sedang mengerjakan tugas”, “menambah kepercayaan diri.” menimbulkan suatu pertanyaan untuk melihat apakah alasan tersebut masuk akal atau tidak. Apakah tidak ada cara lain sebagai aktivitas sosial bersama? Padahal minum kopi, makan rujak, mancing ikan dapat juga dinikmati sebagai aktivitas sosial bersama. Apakah memulai percakapan dengan orang yang baru dikenal hanya melalui rokok? Bukankah dapat juga dengan menawarkan permen. Rokok sebagai sumber inspirasi? Ada orang mengatakan bahwa mendengarkan musik dapat memberikan inspirasi bagi pendengarnya. Menambah kepercayaan diri? Bukankah saat orang memakai baju yang bagus, mahal, dan rapi dapat membuat pemakainya lebih percaya diri. Dari beberapa pertanyaan dan jawaban diatas menjadikan lebih jelas bahwa alasan-alasan yang dikemukakan para perokok tidak bisa diterima secara umum, mengingat bahwa bukan hanya rokok yang dapat dipakai untuk aktivitas sosial bersama, memulai percakapan dengan orang yang baru dikenal, sebagai sumber inspirasi atau bahkan untuk menambah rasa percaya diri. Dengan kata lain pernyataan mereka hanya bersifat subjektif.

Rokok dan Zat Berbahaya

Apakah rokok itu? Rokok adalah sesuatu yang terbuat dari daun tembakau yang dipotong kecil-kecil kemudian digulung dengan kertas. Ada bermacam-macam jenis rokok. Rokok filter, kretek, dan cerutu. Cerutu adalah jenis rokok yang dibuat dari daun tembakau utuh yang digulung.

Rokok yang bahan baku utamanya adalah tembakau, mengandung zat-zat berbahaya. Salah satunya adalah nikotin. Apakah nikotin itu? Nikotin atau alkaloid nikotin adalah sejenis neurotoxin, yaitu racun yang sangat ampuh jika digunakan pada serangga. Zat ini sering digunakan sebagai bahan utama insektisida.[6] Pada saat merokok, nikotin diserap oleh tubuh. Nikotin juga menyebabkan pelepasan adrenalin semakin cepat. Adrenalin adalah hormon yang membuat tekanan darah dan denyut jantung meningkat sehingga membuat tubuh membuang sejumlah cadangan glukosa ke dalam darah. Selain itu, zat ini menghalangi pelepasan hormon insulin yang seharusnya mengambil gula berlebih dari dalam darah. Hal ini menyebabkan perokok mengalami hyperglycemic, yaitu kadar gula melebihi normal di dalam darah. Bahkan beberapa dari para perokok sengaja merokok karena nikotin dapat menahan selera makan.

Dalam jangka panjang, nikotin akan mengakibatkan kenaikan level kolesterol jahat (LDL), dan lama kelamaan akan merusak arteri. Serangan jantung dan stroke pun menjadi penyakit yang sulit dihindarkan. Sebuah penelitian telah membuktikan bahwa nikotin dapat merusak fungsi otak dan tubuh. Keberadaan nikotin akan meningkatkan level zat kimia dan neurotransmitter asing yang memodulasi kerja otak. Akibatnya, otak akan memproduksi endorphin berlebih. Padahal, endorphin adalah protein paint killer alami dalam tubuh. Struktur kimia endorphin sangat mirip dengan morphin. Kebanyakan endorphin menjadikan Euforia dan hal ini tidak berbeda jauh dengan pecandu morfin.

Penelitian yang lain menjelaskan tentang sulitnya orang berhenti merokok. Dr Julie Blendy, peneliti dari University of Pennsylvania di Philadelphia dan timnya menemukan, bahwa efek dari mekanisme kerja nikotin di otak sama dengan mekanisme kerja heroin dan obat opiat (bersifat bius, anestesi, penghilang rasa sakit) lainnya. Pada penelitiannya, tikus yang diberi nikotin menunjukkan adanya kadar protein yang tinggi. Protein ini ternyata dapat meningkatkan respon otak untuk terus ingin menggunakan obat-obat opiat. Ini membuktikan adanya adiksi pada nikotin. Banyak orang yang mencoba melepaskan diri dari kebiasaan merokok karena mereka mengetahui bahaya nikotin terutama bila sudah kecanduan, namun kondisinya selalu merangsang keinginan untuk merokok kembali. Nikotin yang terdapat pada perokok dipercaya memiliki efek di otak yang sama dengan dopamin, yaitu mereka merasakan suatu kenyamanan. Dari beberapa penelitian, mereka menemukan bahwa ternyata nikotin juga dapat menyebabkan peningkatan kadar dari opiat. Karena proses kimiawi yang terjadi pada nikotin sama dengan obat-obat opiat.

Diterbitkan di: 18 Juli, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.