Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Kedokteran & Kesehatan>Pemeriksaan sebelum bedah preprostetik

Pemeriksaan sebelum bedah preprostetik

oleh: KontuKowuna    
ª
 
/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; line-heigh t:115%; font-size:11.0pt; font-family:" Calibri","sans-serif"; mso-bidi-font-family:"TimesNew Roman";}

Pemeriksaan sebelum bedah preprostetik

· Evaluasi pasien

Evaluasi pasien sangat penting sebelum memulai pembedahan untuk menerima protesa. Riwayat lengkap harus diambil dan pemeriksaan fisik harus dilakukan :

- Keluhan utama pasien

- Tujuan estetik dan fungsional didata

- Kemampuan adaptasi psikologis

- Evaluasi pengalaman terdahulu dengan gigi tiruannya, untuk membantu mendata kemampuan pasien untuk beradaptasi dengan perawatan protesa.

- Status kesehatan umum

· Pemeriksaan jaringan lunak intraoral

- Pemeriksaan lengkap pada palatum

- Jaringan lunak dan patologi tulang bila terdapat harus diperhatikan

- Perlekatan otot dan perlekatan frenulum

- Kuantitas dan kualitas jaringan di atasnya harus ditentukan.

· Pemeriksaan struktur tulang intraoral

Semua daerah maksila dan mandibula harus diperksa, dipalpasi dan diperiksa secara rdiografik dan model, harus dilakukan. Ridge tulang maksila dan mandibula harus dievaluasi untuk keberadaan penyimpangan kasar seperti eksotosis, undercut, torus, ridge mylohyd yang tajam, bony prominence (tonjolan tulang), harus dievaluasi. Perlekatan frenulum dan otot pada alveolar crest harus dievaluasi. Ridge harus memiliki kontur, tinggi, lebar, dan bentuk yang baik. Hubungan antar rahang maksila dan mandibula pada tiga bidang/plane harus ditentukan. Jarak antar rahang terutama pada region tuberositas maksila harus diperiksa untuk adanya kelebihan vertical dari tuberositas.

· Evaluasi radiografi

Pemeriksaan radiografi membantu untuk mendeteksi adanya apeks akar yang tertanam dan impaksi gigi. Keberadaan kista dan tumor harus dievaluasi. Posisi foramen mental dan ketebalan/densitas tulang maksila dan mandibula harus diperiksa.

Persiapan tindakan bedah, seperti pencabutan gigi, pembedahan gigi impaksi, tulang atau jaringan hendaknya dilakukan secepat mungkin. Memang ada pula kekecualian dalam hal ini, umpamanya ekstraksi perlu ditangguhkan sampai dapat dilakukan pembuatan geligi tiruan imidiat. Dengan cara ini, protesa dimanfaatkan sebagai perlindungan luka sampai sembuh, sehingga membantu mencegah resoprsi tulang berlebihan.

Prosedur bedah ini harus diselesaikan jauh sebelum pembuatan protesa dilakukan, supaya penyembuhan optimal bisa tercapai. Pembentukan kembali jaringan bekas ekstraksi biasanya berlangsung cepat untuk periode 4-5 bulan pertama dan kemudian berlangsung lebih lambat. Setelah jangka waktu 10-12 bulan, residual ridge umumnya dianggap sudah stabil. Makin lama jarak antara pembedahan dan prosedur pencetakan, penyembuhan uka makin mantap, sehingga jaringan pendukung protesa jadi semakin stabil pula.

Setiap gigi yang masih tinggal hendaknya dievaluasi secara cermat dan diteliti apakah mungkin dipakai sebagai gigi penahan. Sedapat mungkin gigi tetap dipertahankan supaya tulang alveolar bisa lebih awet. Gigi yang rusak, tinggal sisa akar atau impaksi dicabut jauh sebelum geligi tiruan dibuat, kecuali bila tindakan bedah ini akan menimbulkan keadaan patologik. Kista, tumor dan keadaan patologik lain yang ditemukan pada foto Rontgen harus diperiksa, didiagnosis, dan dirawat.

Exostosis dan tori yang mengganggu desain geligi tiruan, harus dibuang secara bedah, bila tidak dapat lagi diatasi dengan cara non-bedah. Pembuangan bagian ini tergantung pada ukuran, lokasi dalam kaitan dengan protesa yang akan dibuat serta kualitas dukungan tulang alveolar. Bila dukungan berasal dari gigi (tooth borne support), pembedahan jarang dilakukan karena gaya yang menggerakkan protesa pada saat fungsi terbatas. Tetapi pada geligi tiruan dukungan jaringan, tori yang terletak pada bagian distal harus dibuang, khususnya bila residual ridge memberikan dukungan minim. Pada kasus seperti ini, pergerakan fungsional bagian posterior geligi tiruan akan menyebabkan trauma pada mukosa yang menutupi tori.

Jaringan hiperplastik yang mengganggu desain dan stabilitas, termasuk pembesaran tuberositas, mukosa kendur, papillomatoses palatal atau epulis fissuratum. Frenulum labialis atas dan lingualis bawah mungkin paling sering menimbulkan gangguan pada desain geligi tiruan, karena itu mungkin pula membutuhkan tindakan bedah.

Semualesi jaringan lunak perlu dieksisi dan dievaluasi secara histologik sebelum pembuatan protesa. Stimulasi pada lesi oleh karena protesa disamping menyebabkan rasa tidak nyaman atau sakit, juga dapat menyebabkan perubahan selular. Pada kasus dimana dijumpai pembesaran tuberositas dan mengganggu ruang.


Diterbitkan di: 15 April, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.