Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Kedokteran & Kesehatan>Tehnik menjaga jalan napas

Tehnik menjaga jalan napas

oleh: DwiNoor    
ª
 
Bila dijumpai kasus dengan henti napas atau potensial akan terjadi henti napas, lakukan pendekatan seperti pada bantuan hidup dasar (Airway, Breathing, Circulation). Beberapa tehnik untuk mempertahankan jalan napas adalah sebagai berikut :

a. Chin lift – Head Tilt
Manufer Chin Lift biasanya dikerjakan dengan maneuver Look / melihat, listen/ mendengar dan feel/ merasakan yang bertujuan untuk cepat mengenali adanya henti napas, obstruksi jalan napas atau gangguan pernapasan lain.
Teknik chin lift - head tilt :
a. Pertama, posisikan pasien dalam keadaan terlentang, letakkan satu tangan di dahi dan letakkan ujung jari tangan yang lain di bawah daerah tulang pada bagian tengah rahang bawah pasien (dagu).
b. Tengadahkan kepala dengan menekan perlahan dahi pasien.
c. gunakan ujung jari anda untuk mengangkat dagu dan menyokong rahang bagian bawah. Jangan menekan jaringan lunak di bawah rahang karena dapat menimbulkan obstruksi jalan napas.
d. Usahakan mulut untuk tidak menutup. Untuk mendapatkan pembukaan mulut yang adekuat, anda dapat menggunakan ibu jari untuk menahan dagu supaya bibir bawah pasien tertarik ke belakang.

b. Jaw thrust
Manuver jaw thrust digunakan untuk membuka jalan nafas pasien yang tidak sadar dengan kecurigaan trauma pada kepala, leher atau spinal. Karena dengan teknik ini diharapkan jalan nafas dapat terbuka tanpa menyebabkan pergerakan leher dan kepala.
Teknik jaw thrust :
1. Pertahankan dengan hati-hati agar posisi kepala, leher dan spinal pasien tetap satu garis.
2. Ambil posisi di atas kepala pasien, letakkan lengan sejajar dengan permukaan pasien berbaring.
3. Perlahan letakkan tangan pada masing-masing sisi rahang bawah pasien, pada sudut rahang di bawah telinga.
4. Stabilkan kepala pasien dengan lengan bawah anda.
5. Dengan menggunakan jari telunjuk, dorong sudut rahang bawah pasien ke arah atas dan depan.
6. Anda mungkin membutuhkan mendorong ke depan bibir bagian bawah pasien dengan menggunakan ibu jari untuk mempertahankan mulut tetap terbuka.
7. Jangan mendongakkan atau memutar kepala pasien.
Diterbitkan di: 20 Januari, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.