Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Kedokteran & Kesehatan>Tips Pengobatan Menopause

Tips Pengobatan Menopause

oleh: Hanindo     Pengarang : Rebecca Fox-Spencer and Pam Brown
ª
 
Tidak semua wanita yang mengalami menopause membutuhkan pengobatan. Pada umumnya, ada dua alasan utama mengapa dokter percaya bahwa anda akan mendapatkan manfaat dari obat-obatan yang diberikan, yaitu : Pertama, jika anda mengalami ketidaknyamanan tingkat menengah atau tinggi dari gejala-gejala menopause. Gejala-gejala ini biasanya hilang dengan sendirinya tetapi pengobatan jangka pendek (misalnya pengobatan untuk mengurangi efek akibat hot flushes) dapat menolong mereka melewati masa-masa itu. Kedua, bila anda dianggap beresiko mengalami komplikasi seperti osteoporisis, misalnya karena adanya riwayat keluarga atau masalah kesehatan sebelumnya, atau karena menopause dini.
Pengobatan yang paling sering digunakan untuk menghilangkan gejala-gejala menopause dan mengurangi masalah kesehatan di masa depan adalah terapi sulih hormon (hormone replacement therapy, HTR). Akan tetapi, seperti yang mungkin pernah anda dengar, ada beberapa resiko yang menyertai pengobatan HTR ini, khususnya jika digunakan untuk jangka waktu lama.
Ada sejumlah pengobatan dan strategi tambahan yang bertujuan untuk menghilangkan gejala-gejala menopause dan mengurangi resiko komplikasi di masa depan. Beberapa obat yang keefektifannya telah teruji secara klinis, mungkin akan diberikan oleh dokter. Disisi lain, ada berbagai macam makanan dan jenis olahraga yang diyakini oleh banyak orang dapat bermanfaat selama masa perimenopause dan juga terdapat berbagai terapi pendukung yang telah populer, misalnya anda dapat melakukan "
Perubahan gaya hidup
  • Pola makan yang sehat dan seimbang.
  • Olah raga (misalnya latihan ketahanan tubuh seperti jalan kaki atau jogging, olahraga dengan menggunakan beban).
  • Menghindari hal-hal yang dapat memicu timbulnya gejala.
Pengobatan berbasis hormon
  • HTR, terapi estrogen-tunggal, yang dikombinasikan secara sekuensial atau berkelanjutan.
  • Fitoestrogen, (zat kimia alami yang diperoleh dari makanan herbal).
  • Testosteron.
Obat-obatan untuk mengurangi hot flushes (rasa panas) dan keringat.
  • Clonidine (DixaritR, CatapresR.
  • Selective serotonin receptor inhibitor (SSRI).
Terapi Komplementer
  • Obat-obatan herbal.
  • Homeopati.
  • Refleksiologi.
  • Hipnosis
  • Akupuntur.
  • Aromaterapi
  • Yoga.
Pengobatan untuk menorrhagia (menstuasi teratur tetapi sangat banyak yang dialami banyak wanita pada masa menjelang menopause.
  • Obat anto-inflamasi nonsteroid (OAINS).
  • Trenexamic acid (Cyklokapron).
  • Etamsylate (DicyneneR, DicynoneR).
  • Terapi progesteron-tunggal, (MirenaR).
  • Pembedahan, (misalnya histerektomi).
Pengobatan untuk gejala psikologis
  • Psikoterapi, konseling.
  • Obat-obatan antidepresan*.
Pengobatan untuk gejala urogenital (gejala fisik yang mempengaruhi sistem saluran kemih dan organ genital)
  • Pelicin/pelembab vagina.
  • Obat-obatan untuk mengatasi ketidakmampuan untuk mengendalikan (inkontinensia).
  • Antibiotik untuk infeksi kandung kemih.

* Jika dokter meresepkan obat antidepresan bukan berarti ia berpikir bahwa gejala-gejala anda bersumber di dalam kepala anda. Obat tersebut dapat menjadi sangat efektif untuk menstabilkan pembuluh darah dan mengurangi frekwensi terjadinya hot flushes.

Diterbitkan di: 30 Agustus, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.