akarta, Anak remaja atau dewasa muda yang menjalani program vegetarian biasanya mengonsumsi makanan yang sehat. Tapi kelompok
ini berisiko memiliki kebiasaan pola makan yang salah setelah tidak menjadi vegetarian.
Dalam jurnal American Dietetic Association, peneliti memeriksa remaja dan orang dewasa muda yang menjadi vegetarian akan mendapatkan kesehatan yang bagus dengan mengonsumsi banyak buah dan sayuran serta menurunkan risiko terkena kelebihan berat badan dan berat badan berlebih.
Namun, menjadi vegetarian saat masih muda atau remaja bisa meningkatkan risiko untuk kontrol berat badan yang tidak sehat secara ekstrim setelah tidak menjadi vegetarian lagi. Disamping itu pada saat remaja tubuh masih membutuhkan banyak nutrisi untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak.
Para peneliti menganalisa makanan, status berat badan, kebiasaan mengontrol berat badan dan penggunaan obat serta alkohol terhadap 2.516 remaja berusia antara 15 hingga 23 tahun. Partisipan ini telah disurvei terlebih dahulu mengenai frekuensi makanan yang dikonsumsi.
Didapatkan yang menjadi vegetarian 4,3 persen, pernah vegetarian 10,8 persen dan tidak vegetarian 84,9 persen. Peneliti menemukan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dengan status berat badannya. Namun menjadi vegetarian sejak muda akan memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang rendah dibanding dengan yang tidak vegetarian.
"Berdasarkan hasil penelitian ini manfaat yang dapat diambil adalah menanyakan pada remaja apa motif yang melatarbelakangi seorang remaja memilih menjadi vegetarian," ujar Ramona Robinson-O'Brien seorang Asisten Profesor, Departemen Gizi dari College of Saint Benedict and Saint John's University, St. Joseph, seperti dikutip dari ScienceDaily, Minggu (16/8/2009).
Rata-rata para remaja menjadi vegetarian agar tubuhnya terlihat langsing dan menarik, padahal untuk mencapai hal tersebut sebaiknya dengan cara mengatur pola makan dengan baik dan berolahraga.
Kebiasaan pola makan yang salah ini biasanya disebabkan selama menjadi vegetarian hanya mengonsumsi buah dan sayur, tapi tidak mengonsumsi daging dan protein hewani lainnya. Karena itu, setelah tidak menjadi vegetarian, remaja cenderung tidak memiliki pola makan yang benar dan menjadi tidak terkontrol. Hal ini bisa berakibat buruk untuk remaja itu sendiri.
Untuk itu sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter gizi sebelum remaja memutuskan untuk menjadi vegetarian, karena masih banyak nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya.