AMUBIASIS
Adalah infeksi
yang sebabkan oleh parasit besel tunggal, amuba entamuba histolitika, di usus besar. Amuba tersebut masuk lewat minuman atau makanan yang tercemar kotoran (tidak higienis). Infeksi ini ditandai dengan panas tinggi dan diare, dari yang biasa sampai hebat diiringi bercak darah dan lendir. Amuba ini bisa merembes ke aliran darah sampai ke lever (hati) yang bisa menyebabkan bengkak.
Amubasis bisa dibasmi dengan obat-obat sejenis Metronidazole atau diloxanide yang sangat efektif membunuh parasit itu. Namun si penderita harus minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi serta meredakan pembengkakan lever.
APPENDISITIS Penyakit radang usus buntu (appendik) ini sukar diketahui penyebabnya. Terkadang karena tersumbatnya usus buntu oleh cacing atau gumpalan kotoran sehingga ujung usus menjadi radang dan terinfeksi. Bila sampai menyebabkan matinya jaringan (gangrene) diding usus bila bolong-bolong.
Kalau radangnya tidak begitu parah bisa diobati dengan antibiotik. Namun jika sudah terlanjur parah harus dilakukan pengangkatan usus buntu atau operasi usus buntu.
ANGINA PECTORIS Nyeri dada yang bisa menjalar ke lengan kiri ini disebabkan kurangnya pasokan oksigen dalam darah yang menuju jantung. Terutama bila terjadi ganggunan pembuluh arteri semisal menyempitnya arteri karena endapan lemak (ateroskleroris), kekejangan pembulu arteri, denyut jantung yang abnormal, serta anemia.
Gangguan ini sering diderita pria diatas 50 tahun. Sementara pada kaum wanita dirasakan di usia yang lebih lanjut.Diagnosisnya tak cukup hanya dengan pemeriksaan fisik, melainkan harus melalui serangkaian penelitian lewat ECG, sampel darah, serta sinar X angiography.
BATU EMPEDU
Benda keras yang ditemukan di kantong empedu. Terbentuk dari kolesterol, meski ada juga yang terjadi dari zat-zat lain. Jika ditemukan di dalam saluran empedu (yang menghubungkan kantong empedu dan hati dengan usus dua belas jari) Gejalanya juga cukup gawat. Jumlah batu yang ditemukan berkisar antara 1 s/d lebih dari 10 buah dengan lebar 1 s/d 25 mm.
Batu ini terbentuk lantaran kacaunya komposisi kimiawi empedu. Misalnya bila hati banyak mengirim kolesterol ke empedu (pada orang gemuk) atau kekurangan pasokan zat pelarut kolesterol dari hati. Akibatnya, kolesterol yang berlebih di dalam empedu memadat.
Penyakit batu empedu jarang diderita oleh anak-anak, tetapi kasusnya makin banyak bersamaan dengan bertambahnya usia. Penderita wanita 2 atau 3 kali lebih banyak daripada pria. Malah dari hasil autopsi, 20% wanita ditemukan mempunyai batu empedu saat mereka meninggal. batu yang tidak mengganggu, terutama yang tidak mengandung alsium, bisa dihancurkan dengan obat. Tapi kalau menimbulkan masalah besar perlu dilakukan operasi untuk mengeluarkannya.
BATU GINJAL Suatu endapan bahan-bahan yang terkandung dalam cairan empedu dan urine yang berbentuk kristal keras. Tempatnya bisa di kandung empedu, ginjal saluran dari ginjal ke kandung kemih. 70 % bebatuan dalam ginjal dan kandung kemih terdiri dari kalsium oksalat dan atau fosfat. Oksalat yang merupakan sisa-sisa proses metabolisme tubuh dikeluarkan secara alami lewat urine, bersama kalsium yang tidak larut dengan sempurna membentuk kristal garam.
Keberadaan batu ini bisa dideteksi melalui pemeriksaan urine, atau kalau diperlukan memakai sinar X, urography dan untrasonic scanning. selain bisa diatasi dengan obat, pada kasus batu ginjal yang mengganggu, tindakan operasi sering dilakukan oleh dokter.
CHOLECYSTITIS Radang kantung empedu ini bisa akut bisa pula kronis. Yang akut disebabkan oleh penyumbatan batu di pintu keluar kantung. Ampas empedu yang menumpuk menyebabkan iritasi kimia pada dinding kantong empedu yang pada gilirannya akan menyebabkan infeksi. Kalau keadaan ini berlangsung dalam waktu yang lama dan menjadi kronis, kantong empedu menyusut dan gagal berfungsi.
Meski cholecystitis ini bisa diatasi tanpa operasi, untuk mencegah kambuhnya penyakit ini dokter biasanya menawarkan cholecystectomy yaitu pengangkatan kantung empedu.
SIROSIS Penyakit lever yang disebabkan oleh kerusakan sel hati sehingga hati kekurangan pasokan darah. Akibatnya, secara bertahap hati mengalami kemunduran fungsi a.l tidak mampu lagi mengusir zat-zat beracun dalam darah secara efektif.
Minuman keras, penyakit hepatitis B dan hepatitis C yang terabaikan adalah beberapa penyebab sirosis. Menjelang timbulnya sirosis, biasanya terjadi radang lever kronis yang disebut hepatitis aktif kronis.
Proses sirosis diobati dengan cara memperlambat proses yang menyebabkan kerusakan sel hati. Pada beberapa kasus dapat ditangani dengan penyembuhan awal dari kerusakan hati. Namun kalau sudah parah, cuma pencangkokan hati jawabannya.
PENYAKIT CROHN
Radang kronis yang dapat menyerang semua bagian sistem pencernakan dari mulut sampai anus. Penyakit ini bisa menyebabkan demam, diare dan kehilangan bobot. Yang sering di serang adalah terminal ileum (ujung usus halus yang bertemu dengan usus besar). Karena radang yang terus menerus, dinding usus menebal sehingga bisa terjadi borok-borok. Daerah yang diserang biasanya tersebar tidak merata. Penyebab pastinya sampai saat ini belum diketahui. Bisa reaksi alergi yang abnormal atau respons berlebihan terhadap bakteri dan virus.
Untuk mengendalikan peradangan digunakan obat-obat sejenis sulfa (ditelan) atau kortikosteroid (ditelan atau lewat anus). Tetapui jia serangannya sangat akut, penderita perlu di tranfusi darah atau diberi makanan dan obatlewat cairan infus. Terkadang operasi diperlukan untuk mengatasi penyumbatan atau pendarahan.
CYSTITIS Adalah infeksi lapisan kandung kemih bagian dalam yang disebabkan oleh bakteri. Segala sesuatu yang menghalangi keluarnya urine dari kandung kemih atau menyebabkan air kencing tidak lancar akan memperparah infeksi tersebut. Begitu pula sisa-sisa urine di kemih dan uretra memungkinkan bateri berbiak.
Penyait ini lebih sering menyerang kaum wanita ketimbang pria, mengingat uretra kaum wanita lebih pendek sehingga mempermudah bateri menjalar lewat uretra ke kandung kemih. Penyakit ini hanya muncul pada kaum pria kalau ada gangguan membesarnya kelenjar postat sehingga menekan uretra.
Penderita penyakit ini harus minum air yang banya untuk membantu membersihkan kantong empedu. Namun kadar alkali urine harus tetap di jaga dengan minum sesendok teh sodium bikarbonat dicampur air minum setiap 6 jam sekali. kaum wanita yang mengidap penyakit ini harus segera membersihkan kandung kemihnya setelah selesai berhubungan intim.