Jauh sebelum digunakan sebagai terapi penyembuhan dalam dunia kedokteran, hipnosis telah dikenal dalam sejarah berbagai bangsa
di dunia seperti bangsa Mesir dan suku Indian dengan istilah yang berbeda-beda. Biasanya praktik hipnosis dilakukan dengan memanfaatkan kekuatan gaib yang bisanya disertai dengan ritual seperti tarian, nyanyian, serta mantera-mantera untuk mengobati pasien yang sakit. Praktik seperti ini kemudian dikategorikan sebagai hipnosis tradisional, termasuk Ilmu gendam yang dikenal di Indonesia.
Hipnosis modern yang kita kenal sekarang baru mulai digunakan dalam proses penyembuhan kedokteran pada abad ke 19. Pelopornya, Dr. Franz Anton Mesmer menemukan potensi kekuatan gelombang magnet dalam tubuh manusia yang dipercaya dapat menyembuhkan. Saat mengobati pasiennya, Mesmer melakukan gerakan-gerakan dengan tangan seolah sedang mentransfer ‘kekuatan’ ke tubuh pasien. Praktik pentransferan energi magnet seperti ini membuat hipnosis pada era Mesmer disebut dengan istilah magnetism. Mesmer berpendapat hanya orang-orang tertentu dengan ‘bakat khusus’ sajalah yang dapat melakukan hypnosis karena tidak semua orang mampu mengelola energi magnetic dalam tubuhnya.
Keberhasilan Mesmer menyembuhkan banyak pasien (yang rata-rata mengalami kondisi sakit karena gangguan kejiwaan) membuatnya menjadi sangat terkenal. Toh, walau terbukti banyak membantu pasiennya mendapatkan kesembuhan lewat terapi hipnosis, Mesmer banyak mendapatkan kritik dan kecaman dari masyarakat dan dunia medis. Ia bahkan harus menghadapi persidangan yang diadakan oleh Akademi Kedokteran Prancis atas perintah Raja Louis XVI. Hasil persidangan ternyata menyimpulkan apa yang dilakukan Mesmer hanyalah menanamkan sugesti (bukan energi magnet) kepada pasien sehingga pasien dapat ‘menyembuhkan’ dirinya sendiri. Keputusan sidang ini membuat Mesmer terpaksa kehilangan ijin praktik dokter seumur hidupnya.
Mesmer ternyata tak sendirian. Banyak dokter menganggap ide menyembuhkan dengan sugesti cukup masuk di akal. Di masa Mesmer sudah dikenal hipotesa yang mengatakan seorang manusia bisa terganggu keseimbangan jiwanya jika pikiran sadar (conscious mind) nya dikendalikan oleh pikiran bawah sadar (subscouncious) nya. Hal ini berarti manusia sebenarnya dapat memanfaatkan pikiran bawah sadarnya untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul di pikiran sadarnya. Beberapa dokter lain yang meneruskan penelitian Mesmer adalah Dr. James Braid dan Prof. Jean Martin Charcot. Dr. Braid inilah yang pada tahun 1842 pertama kali memperkenalkan istilah hipnosis dari bahasa Latin hypnos yang berarti tidur. Prof. Jean Martin Charcot belakangan dikenal sebagai guru yang mengajarkan teknik hipnosis kepada Sigmund Freud. Freud pernah mencoba menggunakan hipnosis untuk penyembuhan psikologis pada akhir tahun 1930-an. Hipnosis modern yang kita kenal sekarang sukses dikembangkan oleh Dr. Milton Erickson. Sebagai seorang dokter, Erikson banyak menulis buku dan artikel yang menjelaskan tentang bagaimana terapi hipnosis berhasil menyembuhkan pasien-pasiennya.