• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Kedokteran & Kesehatan>Wanita Rentan Penyakit Jantung

.

Wanita Rentan Penyakit Jantung

oleh : chichibernardus     

Pengarang : NC
Kesehatan jantung tampaknya belum menjadi perhatian sebagian besar wanita, termasuk di Indonesia.  Hal ini, sebagian,
mungkin disebabkan pada fakta bahwa serangan jantung lebih banyak mengenai pria ketimbang wanita usia produktif. Wanita usia produktif terbilang beruntung. Ini karena hormon estrogen yang diproduksi tubuh mampu memberi perlindungan. “Estrogen mampu melindungi jantung karena bisa mengikis plak-plak yang terbentuk akibat menempelnya ‘kolesterol jahat’ (LDL: Lipo Density Lipoprotein) di dinding pembuluh darah koroner. Hal inilah yang membuat lebih sedikit wanita usia produktif yang terkena serangan jantung. Bahkan, 1:2 dibandingkan pria seusianya. Tapi… seberuntung-beruntungnya, siapa, sih, yang bisa menjamin ke-tokcer-an kerja hormon?
Adanya perlindungan dari estrogen tidak menjamin seorang wanita bisa terhindar 100% dari serangan jantung. Plus, serangan jantung bisa terjadi tanpa disadari. “Serangan semacam ini tidak mengenai seluruh otot jantung. Bila salah satu otot tersumbat, yang lain akan mencari ‘jalan tikus’, hingga terbuka jalan dan mengalirlah suplai darah. Serangan jantung pun reda. Serangan ini bisa terasa seperti gejala keringat dingin yang akan hilang dengan sendirinya, tapi bisa pula tidak menimbulkan gejala apapun. Yang pasti, bila terjadi terus menerus, bukan tak mungkin suatu saat sudah tak ada lagi ‘jalan tikus’, hingga terjadilah serangan jantung hebat.” Disinilah letak pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan jantung. Bila dilakukan berkala, maka kerusakan otot jantung dapat terekam dan dokter dapat merekomendasikan bentuk pencegahan yang paling tepat.
Jantung Anda masih berstamina prima? Bagus. Sebaiknya jaga agar tetap berdetak sempurna dengan langkah pencegahan berikut. “Kontrol tujuh faktor risiko ini: hipertensi, kolesterol, kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, kegemukan, kencing manis, dan faktor genetik. Selain itu, perhatikan juga sindrom metabolik Anda. Bila tekanan darah lebih dari 140/90 mmHG, kadar gula darah sewaktu lebih dari 120 mg/dl, lingkar pinggang lebih dari 80 cm, atau kolesterol lebih dari 200 mg/dl, maka Anda perlu waspada meski tak punya ke-7 faktor risiko tadi. Sebaiknya segera perbaiki gaya hidup Anda,”
Diterbitkan di: Agustus 20, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.