Perilaku berganti-ganti pasangan seksual yang kian marak di negara kita (red-indonesia) menjadi bentuk transmisi HIV tertinggi, sehingga tidak heran kalau kasus HIV/AIDSdi Indonesia kian meningkat.Kepesatan penyebaran penyakit HIV/AIDS ini digambarkan oleh Humas PMI Jakarta Timur EKi Komala Sari, bahwa pada triwulan Januari hingga Maret 2009 penambahan kasus AIDS mencapai 854 kasus, pengidap infeksi HIV mencapai 114, sehingga tootal penambahan selama triwulan pertama 2009 mencapai 968 kasus.Sedangkan secara kumulatif, selama periode 1 januri 2007 sampai dengan 31 maret 2009 ada 6.668 kasus HIV dan 16.964 kasus AIDS.
Menurut Eki, meningkatnya HIV dan AIDS lebih banyak disebabkan faktor perilaku heteroseksual/berganti-ganti pasangan, homoseksual, jarum suntik atau IDU, dan Ibu hamil yang mengidap HIV dan AIDS yang mengakbiatkan penularan pada bayi yang dikandungnya. Dilihat dari jenis kelaminnya, kasus AIDS laki-laki tiga kali lipat lebih banyak dari perempuan, laki-laki 12.640 kasus dan perempuan 4.239 kasus.Sedangkan dari sisi penyebarannya, Jawa Barat menjadi provinsi tertinggi dalam kasus Aids dengan 3.162 kasus, disusul DKI Jakarta 2.807 kasus, Jawa Timur 2.652 kasus, Papua 2.499 kasus, dan Bali 1.263 kasus.