• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Kedokteran & Kesehatan>Info-obat-untuk-awam.blogspot.com

.

Info-obat-untuk-awam.blogspo t.com

oleh : teguhiw     


 
PUTIH WAJAHKU, SENANG HATIKU.

Wajah, bagi perempuan, merupakan bagian tubuh yang paling
sering dirawat. Maklum, wajah kan bagaikan etalase, bagian yang pertama kali dilihat orang. Kulit wajah yang bersih, putih dan mulus menjadi dambaan. Maklum, dengan wajah cantik, siapa tahu dapat gandengan cowok gantheng, tajir lagi……ehm…..Eit, bukan berarti cowok juga nggak memperhatikan wajahnya lho. Cuma intensitasnya tak sebanyak perempuan.
Banyaknya aktivitas, terutama di luar rumah sehingga terkena sinar matahari berpengaruh besar terhadap penampilan. Kulit wajah jadi terlihat gelap, terutama di bagian hidung, pipi, dahi dan atas bibir. Inilah yang disebut melasma, yaitu gangguan kulit berupa bercak gelap di wajah. Penderita melasma adalah orang dengan kulit berwarna. Sebagian besar penderita adalah perempuan.
Penyebab melasma belum diketahui dengan pasti. Faktor genetik (keturunan) diduga berperan besar. Melasma hanya diderita oleh ras kulit berwarna. Gangguan hormonal juga berpengaruh, terutama pada kehamilan. Penggunaan kontrasepsi hormonal, seperti pil KB, KB suntik dan susuk KB, dapat menjadi pemicu. Namun terapi penggantian hormon tak berpengaruh. Kehamilan juga dapat memicu melasma. Namun melasma ini, yang disebut kloasma, akan hilang dengan sendirinya setelah melahirkan. Lingkungan, terutama sering terkena sinar ultra violet dari matahari menjadi faktor pemicu sintesis pigmen kulit dan menyebabkan kulit menjadi lebih gelap. Iritasi kulit dapat memperburuk keadaan karena meningkatkan pigmentasi.
Sampai saat ini melasma tidak dapat disembuhkan. Namun bukan berarti tak ada yang bisa dilakukan. Bila penyebab melasma adalah kehamilan, maka hal ini akan hilang dengan sendirinya setelah melahirkan. Mengurangi paparan sinar matahari harus dilakukan. Penggunaan tabir surya (sun screen) dapat mengurangi pengaruh buruk sinar UV matahari. Tabir surya berspektrum luas, seperti krim atau lotion titanium oksida (Parasol, Pabanox), sangat disarankan untuk digunakan setiap hari, terutama saat melakukan aktivitas di luar rumah. Sediaan yang mengandung SPF 30 juga mampu melindungi kulit dengan baik.
Selain penggunaan sun screen, kulit yang menjadi gelap juga dapat dicerahkan kembali. Dalam hal ini, bleaching cream, merupakan pilihan yang paling populer. Krim pemutih yang baik adalah krim yang tidak merusak melanosit, namun hanya mengurangi aktivitasnya dalam memproduksi pigmen. Apabila krim yang digunakan merusak melanosit, mungkin dalam jangka pendek, kulit segera terlihat putih. Namun bukan tidak mungkin dalam jangka panjang akan timbul akibat buruk.
Krim yang mengandung hydroquinone(Melanox, Eldopaque, Bioquin) merupakan pemutih kulit yang luas digunakan. Aktivitas melanosit ditekan oleh hydroquinon. Untuk memperoleh hasil yang optimal, krim pemutih digunakan bersama dengan tabir surya. Hydroquinon sering dikombinasikan dengan fluocinolone dan tretinoin. Kombinasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan efek pemutihan kulit. Namun, kulit akan menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari. Jadi jika tidak dibarengi dengan penggunaan tabir surya, maka kulit wajah akan seperti cuaca pancaroba, sebentar gelap, sebentar cerah.
Peeling kimiawi, facial, mikrodermabasi dan bedah laser dapat juga dilakukan untuk mengurangi melasma. Namun hasil yang didapat tidak konsisten, Artinya tiap orang memperoleh hasil yang berbeda-beda. Tetapi yang terpenting adalah, hindari zat yang mengiritasi kulit, gunakan tabir surya dan bila perlu, gunakan krim pemutih.
Diterbitkan di: Juli 03, 2009

Komentar

Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.