SEKS PASIEN PASCA
STROKE Pada dasarnya pasien pasca stroke tetep membutuhkan seks. Para penderita stroke tidak perlu
cemas. Sebab
seks pasca
stroke bukan barang haram bagi penderitanya asal dilakukan dengan benar dan waktu yang tepat. Dalam melakukan hubungan seksual ada beberapa hal yang perlu diperhatikan 1. Perilaku yang mengalami perubahan tergantung pada kerusakan otak. Kerusakan di otak bagian kanan membuat penderita terlalu yakin dan tidak sabar yang dapat menyebebkan penderita bersifat implusif kaku yang dapat menggangu fungsi seksual. Pada keadaan itu penderita perlu menambah konsentrasi. Kerusakan di otak sebelah kiri akan membuat penderita sangat hati-hati bahkan ragu-ragu berhubungan seksual. Diperlukan pemberian semangat untuk membantu meningkatkan keberanian.
2. Perubahan emosi yang cepat. Pasangan harus menanggapi sebagai sesuatu yang bersifat pribadi. Bila muncul depresi gairah seks dapat berkurang drastic. Konsultasi ahli perlu dilakukan.
3. Konsekuensi fisik misalnya kelumpuhan atau kehilangan rasa data menggangu kegiatan seksual. Karenanya penting untuk mencari bagian tubuh yang masih sensitive dan merangsang tubuh yang tidak lagi sensitive.
4. Mengunakan posisi persetubuhan yang biasanya menyenangkan tidaklah terlalu sulit. Carilah letak yang paling cocok yang tidak mengurangi keleluasaan bergerak. Bila istri pasangan yang sehat istri yang aktif tentunya lebih cocok.
5. Kejang otot dapat saja terjadi sewaktu berhubungan seks. Walaupun kadang menakutkan kejang otot tidak berbahaya dan hubungan seks dapat dilanjutkan.
6. Pada keadaan tertentu dapat digunakan alat bantu seks.