Rahasia Panjang Umur Rahib Tao
Ilmu pengobatan China tradisional berakar dalam pada konsep Yin dan Yang, 5 Energi elemental,
dan prinsip primordial aliran Taois lainnya. Pengobatan dengan ramu-ramuan China pada awalnya berkembang di gunung-gunung berkabut di China kuno dan merupakan produk dari suatu proses pencarian kehidupan abadi dari para rahib aliran Taoisme. Setelah riset yang dilakukan secara “Trial and Error” selama ribuan tahun, para rahib Taois akhirnya menyadari bahwa imortalitas hanyalah dapat diperoleh secara spiritual dan bukan fisikal. Namun demikian sebagai hasil penelitian mereka diperoleh berbagai data mengenai tanaman yang memiliki keuntungan terapetik untuk tubuh, menyehatkan dan memperpanjang usia.
Lantaran komposisi bahan-bahan ramuan yang digunakan berasal dari alam sekitar, pengobatan China cenderung dipercaya memiliki efek samping yang sangat-sangat minim. Di masa silam kentalnya hubungan antara proses pengobatan dengan aktifitas spiritual seperti bersemadi, penyembuhan dengan mengatur pernapasan dan sebagainya membuat ilmu pengobatan China tetap tidak tergoyahkan posisinya dalam masyarakat China bahkan pada masa Revolusi Kebudayaan di China yang ketika itu menentang segala sesuatu yang bersifat kuno. “Kemanjuran” obat barat yang mampu dengan “instant” menyembuhkan penyakit-penyakit tertentu (sementara pengobatan dengan obat-obat China umumnya lebih memerlukan waktu) tetap tak membuat sebagian besar masyarakat China meninggalkan pengobatan China tradisional. Bagaimanapun ketika teknologi anestesi baru diperkenalkan di barat pada tahun 1847, para sinshe di China sudah sejak lama menggunakan “sup-sup narkotik” untuk melakukan bedah minor. Yodium sudah digunakan selama 1000 tahun untuk mengobati kelenjar tiroid yang membengkak. Penyakit asma dalam pengobatan China diatasi dengan efedra sejak abad kedua, sementara cara ini baru dikenal dan dipraktekkan di Barat pada tahun 1887. Penyakit streptococual misalnya diatasi dengan menggunakan rendaman sayur asin yang telah difermentasikan yang pada dasarnya sama dengan modern penisilin. Dari sekitar 700 jenis obat yang telah ratusan tahun diresepkan oleh para sinshe 100 lebih diantaranya telah diteliti dan terbukti kemanjurannya oleh sains modern di barat. Konsep pencegahan dan perawatan “Total” dalam pengobatan China tradisional kemudian bahkan dipandang sebagai cara penyembuhan yang paling ideal bahkan merupakan pendukung yang vital bagi pengobatan Barat.
Dua Kutub
Pengobatan ala Barat selama ini kita kenal menganut satu teori tunggal yakni segala penyakit diakibatkan oleh masuknya pathogen asing ke dalam tubuh. Oleh karena itu penyakit diserang kembali dengan pisau, radiasi, dan obat kimiawi yang khusus didesain untuk “menggempur” pathogen asing tersebut. Dalam proses “pertempuran” ini “senjata” tersebut seringkali meninggalkan endapan “sampah” di organ bagian dalam, mengacaukan respon imunitas, bahkan meredupkan energi vital yang di kemudian hari bisa menimbulkan masalah kesehatan yang lebih parah lagi.
Pengobatan China tradisional sementara itu lebih menekankan pada mencari akar penyakitnya. Berbagai penyakit dipercaya timbul karena adanya ketidakseimbangan dan kekuarangan energi di berbagai organ dalam yang mengatur dan meregulasikan selruuh tubuh. Jika ketidakseimbangan tersebut dibiarkan terjadi terlalu lama maka akan terjadi malfungsi yang serisu pada biokimia tubuh dan sistem organ bagian dalam. Dalam kondisi seperti inilah kuman, racun, parasit dan pathogen lain mudah masuk ke dalam tubuh, dan ketika gejalanya dapat dibaca oleh pengobatan modern, semuanya sudah terlambat! Dengan kata lain pengobatan China tradisional lebih menekankan pada proses penyembuhan secara menyeluruh dengan menyeimbangkan segala kondisi yang tidak seimbang di dalam tubuh.