Ada Berapa Macam Gagal Ginjal?
Gagal Ginjal dapat dibagi menjadi 2 macam, yakni Gagal Ginjal Akut (GGA) dan Gagal Ginjal
Kronik (GGK). Gagal Ginjal Akut biasanya terjadi secara tiba-tiba. Fungsi ginjal mengalami penurunan secara mendadak. Namun bila ditangani dengan baik, maka pasien dapat sembuh dengan sempurna. Penyebabnya ada berbagai macam salah satunya adalah penyakit glomerulonephritis akut, perdarahan ataupun sumbatan saluran kemih karena batu, tumor atau bekuan darah.
Gagal ginjal kronik terjadi perlahan-lahan, bisa dalam hitungan bulan bahkan tahun, dan sifatnya tidak dapat disembuhkan. Memburuknya fungsi ginjal bisa dihambat apabila pasien melakukan pengobatan secara teratur. Penyebabnya juga beragam seperti Diabetes mellitus, hipertensi, batu ginjal, obat-obatan dan penyakit glomerulonephritis kronik.
Bila fungsi ginjal telah menurun hingga mencapai kurang dari 10%, maka kondisi ini disebut Gagal Ginjal Terminal (GGT). Kasus ini terjadi akibat racun-racun sisa metabolisme tubuh yang seharusnya dibuang oleh ginjal menjadi tertimbun di dalam tubuh. Bila kondisi demikian terus berlanjut, bukan tidak mungkin akan diikuti dengan kematian dalam beberapa hari atau minggu.
Apakah Gagal Ginjal Dapat disembuhkan?
Ada beberapa terapi pengganti ginjal, yakni transplantasi/cangkok ginjal, peritoneal dialisa (PD), dan hemo dialisa (HD), yang dikenal masyarakat umum sebagai cuci darah. Hemodialisa adalah suatu bentuk terapi pengganti pada pasien dengan kegagalan fungsi ginjal, baik yang bersifak akut maupun kronik. Pasien yang menderita Gagal Ginjal Terminal juga dapat dibantu dengan bantuan mesin hemodialisis yang mengambil alih fungsi ginjal. Terapi dengan cara HD atau cuci darah telah dapat dilakukan di Indonesia sejak 1970.
Walaupun fungsi ginjal untuk membersihkan darah dapat diambil alih oleh mesin hemodialisis, tingginya biaya yang harus dikeluarkan untuk satu kali proses cuci darah (setidaknya memerlukan Rp. 500.000,- per terapi) kerap dirasakan membebani penderita. Ketergantungan pada mesin hemodialisis, juga membuat aktivitas penderita menjadi terbatas. Penyair dan penggiat teater Radhar Panca Dahana yang divonis gagal ginjal pada tahun 2001 misalnya mengaku sulit untuk berkarya karena sibuk mencari biaya cuci darah yang ahrus dilakukannya 2 hari sekali.
Pengobatan terbaik dan ekonomis bagi penderita gagal ginjal hanya bisa dilakukan dengan melakukan pencangkokan ginjal. Penderita gagal ginjal yang mengalami pencangkokan ginjal bisa sembuh total dan melakukan kegiatan rutin seperti sebelum sakit. Banyak yang bisa berumah tangga dan memiliki keturunan. Mereka yang menjalani cuci darah, berisiko mengalami kekurangan darah (anemia). Pola makan dan minum juga harus diperhatikan karena ada berbagai makanan dan minuman yang secara langsung maupun tidak langsung dapat membahayakan keselamatan jiwanya.
Pasien yang mengalami cangkok ginjal memiliki harapan hidup yang lebih lama dibandingkan dengan pasien yang dicuci darahnya. Di luar negeri tercatat ada pasien yang hidup sehat hingga 37 tahun setelah mengalami pencangkokan ginjal. Di Indonesia sejauh ini ada yang tetap sehat hingga 22 tahun setelah pencangkokan ginjal. Memang ada kasus dimana pasien cangkok ginjal tidak berhasil diselamatkan, namun hal itu disebabkan karena terus mengalami infeksi pada ginjal ataupun karena penyakit lain.
Agar tidak mudah terkena infeksi, pasien cangkok ginjal harus kontrol secara teratur. Selama satu tahun pertama setelah pencangkokan, pasien biasanya diminta untuk kontrol dua minggu sekali. Kalau sudah lewat satu tahun akan diminta kontrol 3-4 minggu sekali. Setelah dua tahun kontrol dilakukan 1-2 bulan sekali. Semakin lama usia ginjal yang dicangkokkan maka kontrol ke dokter pun semakin jarang dilakukan.
Sayangnya di Indonesia kesadaran untuk mendonorkan ginjal masih sangat rendah. Di kalangan masyarakat awam masih beredar anggapan seseorang tidak bisa hidup sehat jika hanya hidup dengan satu ginjal. Akibatnya timbul keengganan untuk mendonorkan salah satu ginjal. Padahal dari sepasang ginjal yang dimiliki setiap manusia, hanya satu ginjal yang bekerja sepenuhnya. Pasangan ginjal yang satunya berfungsi 75% sebagai cadangan. Seseorang bisa hidup sehat hanya dengan satu ginjal asalkan dibarengi dengan pola hidup yang sehat.