• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Kedokteran & Kesehatan>Kapan Anda Dinyatakan Gagal Ginjal?

.

Kapan Anda Dinyatakan Gagal Ginjal?

oleh : chichibernardus     

Pengarang : CHI
Kapankah Ginjal Dinyatakan Rusak?
Fungsi ginjal bisa saja terganggu tanpa ginjal itu sendiri mengalami kerusakan. Oleh
karena itu kurang tepat jika kita mengatakan ginjalnya rusak. Yang lebih tepat adalah ginjal mengalami gangguan fungsi yang biasa disebut dengan istilah “gangguan fungsi ginjal”. Upaya yang paling baik untuk dilakukan dalam menjaga kesehatan ginjal adalah melakukan langkah pencegahan sebelum ginjal terganggu.
Jika fungsi ginjal seorang pasien sudah terganggu, dokter akan mencari penyebab gangguan fungsi ginjal, sekaligus mencari tahu derajat tingkat keparahan gangguan tersebut. Hal ini perlu diketahui untuk menentukan langkah yang tepat agar sang pasien jangan sampai (atau setidaknya memperlambat) menjalani “cuci darah”.
Tingkat keparahan gangguan fungsi ginjal dapat dikategorikan dalam 5 tahapan. Separah apa tingkat gangguannya akan dikaji oleh dokter yang merawat. Namun secara garis besar keparahan gangguan fungsi ginjal bisa juga dikategorikan dalam 3 tahap besar yaitu tingkat gangguan ringan, sedang dan berat. Menentukan tingkat keparahan gangguan fungsi ginjal memiliki makna yang sangat penting karena terapi yang akan dilakukan tergantung tingkat keparahan tersebut.
Makanan dan Minuman yang Baik Bagi Kesehatan Ginjal
Bila fungsi ginjal normal sebenarnya tidak ada batasan untuk mengkonsumsi makanan apapun. Namun demikian ada makanan-makanan yang tidak dianjurkan untuk disantap. Salah satu di antaranya adalah jengkol. Jengkol dalam sebuah laporan ilmiah dikabarkan bisa mengganggu ginjal secara mendadak dan mengakibatkan gagal ginjal akut. Hal ini dikarenakan jengkol membentuk gumpalan kristal-kristal kecil yang menyumbat bagian saluran kecil di ginjal. Obat-obatan penghilang rasa sakit, obat-obatan untuk rematik dan antibiotik tertentu adapula yang dapat mengganggu atau merusak ginjal.
Kebiasaan buruk lain yang dapat mengganggu fungsi ginjal adalah kurang minum. Jika dalam sehari orang kurang minum dari jumlah yang dibutuhkan (2-2.5 liter/24 jam), maka akan mempermudah terbentuknya batu saluran kemih pada orang tertentu.
Tak pelak lagi, konsumsi air memang sangat penting dalam menjaga fungsi ginjal. Banyaknya air yang diperlukan sebenarnya tergantung dari banyaknya air atau cairan yang dikeluarkan oleh tubuh melalui kencing, keringat, pernafasan, buang air besar dan lain-lain. Tubuh manusia diciptakan secara sempurna oleh Yang Maha Esa sehingga organ tubuh bisa mengatur keseimbangannya satu sama lain secara dinamis yang disebut homeostasis. Bila tubuh kekurangan air, maka kita akan merasa haus. Sementara bila perut kosong, maka tubuh akan mengirimkan sinyal sehingga kita merasa lapar.
Hal terpenting yang perlu kita lakukan adalah merespon sinyal-sinyal tersebut secara secara wajar dan tidak berlebihan. Minumlah sepatutnya dan makanlah secukupnya. Konsumsi yang berlebihan justru akan menimbulkan masalah dan akan menggangu homeostasis tersebut. Dengan perhitungan-perhitungan sederhana, jumlah air yang dibutuhkan sehari-hari berkisar 2-3 liter untuk menghasilkan sekitar 1.5– 2 liter air seni/hari. Jumlah ini cukup untuk membuang atau melarutkan racun-racun yang ada dalam tubuh. Jumlah ini tentu saja bervariasi tergantung dari hal-hal lain seperti suhu udara yang panas, aktivitas fisik yang dilakukan seperti olah raga, komposisi makanan, dan lain sebagainya. Kurang mengkonsumsi air akan meningkatkan kepekatan air seni sehingga tidak cukup untuk membuang racun2 yang ada. Sebaliknya konsumsi air yang berlebihan pun tidak dianjurkan karena justru akan menambah beban kerja ginjal.
Diterbitkan di: Mei 24, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.