• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Kedokteran & Kesehatan>Apakah penyakit diabetes berbahaya ?

.

Apakah penyakit diabetes berbahaya ?

oleh : handoyo     

Pengarang : handoyo
Diabetes merupakan suatu penyakit yang mengganggu kemampuan tubuh menggunakan sari – sari makanan secara efisien. Hormon
insulin yang diproduksi oleh pankreas membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi. Bila pankreas gagal memproduksi insulin maka terjadi diabetes.
Diabetes terbagi menjadi 2 tipe :
Tipe I adalah diabetes karena kegagalan memproduksi insulin. Penyebabnya kerusakan sel – sel beta dalam pankreas yang bertugas mensekresi insulin oleh racun atau virus. Gejalanya rasa lapar dan haus yang berlebihan, penurunan berat badan tanpa sebab, sering buang air kecil, penglihatan menjadi kabur, kelelahan dan infeksi kronis. Pada saat kritis diabetes tipe I ini dapat mengakibatkan kejang, kebingungan, gagap, nafas berbau dan ketidaksadaran.
Pengobatannya dengan suntikan insulin dan diet makanan.
Tipe 2 adalah diabetes yang kekurangan insulin atau tidak mencukupi untuk memproses glukosa masuk dalam sel – sel tubuh. Penderitanya terjadi pada orang yang memiliki kelebihan berat badan. Resiko lainnya akan mengkibatkan penyakit jantung koroner ( Coronary Artery Disease ). Bila anda memiliki kelebihan berat badan maka kadar leptin dalam tubuh meningkat, tetapi fungsinya terhambat. Leptin berperan dalam hipotalamus untuk mengatur tingkat lemak tubuh, kemampuan untuk membakar lemak menjadi energi dan rasa kenyang.
Metode standar untuk pengujian diabetes adalah tes gula darah puasa yang mengukur jumlah glukosa dalam darah. Kadar gula darah puasa normal sekitar 70 sampai 100 miligram per desiliter (mg/dL). Diagnosis standar diabetes dibuat bila dua tes darah yang terpisah menunjukkan kadar glukosa dalam gula darah puasa lebih tinggi atau sama dengan 126 mg/dl.
Walaupun tes plasma glukosa dengan berpuasa sangat akurat, tes plasma glukosa biasa dapat dilakukan tanpa melakukan puasa terlebih dahulu. Dengan cara ini kadar glukosa yang lebih tinggi dari 200 mg/dl menunjukkan diabetes.
Dalam pengobatan konvensional, diabetes biasanya ditangani dengan satu dari dua cara yang ada, dengan suntikan insulin atau dengan menggunakan obat oral. Suntikan insulin diperlukan bagi diabetes tipe1 dan kasus – kasus diabetes tipe 2 yang parah. Sebagian besar penderita diabetes tipe 2 diobati dengan obat oral.
Diterbitkan di: Mei 07, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.