Hidrosefalus (
kepala-air, istilah yang berasal dari bahasa Yunani: "hydro" yang berarti air dan "cephalus"
yang berarti kepala; sehingga kondisi ini sering dikenal dengan "
kepala air") adalah penyakit yang terjadi akibat gangguan aliran cairan di dalam otak
(cairan serebro spinal). Gangguan itu menyebabkan cairan tersebut
bertambah banyak yang selanjutnya akan menekan jaringan otak di
sekitarnya, khususnya pusat-pusat saraf yang vital.
Mengapa saat ini banyak anak yang menderita hidrosefalus? Apa
penyebabnya?
Hidrosefalus terjadi bila terdapat penyumbatan pada salah satu
tempat di kepala. Penyumbatan sering terdapat pada bayi dan anak
karena kelainan bawaan, infeksi, neoplasma, atau perdarahan.
Penyumbatan mengakibatkan bertambahnya cairan serebrospinal yang
tidak terabsorbsi sehingga menyebabkan kepala menjadi besar.
Jumlah kasus hidrosefalus antara 0,2 - 4 persen setiap 1.000
kelahiran. Hidrosefalus dapat terjadi pada semua umur. Pada remaja
dan dewasa lebih sering disebabkan oleh toksoplasmosis. Pada
hidrosefalus infantil, 46% adalah akibat abnormalitas perkembangan
otak, 50% karena perdarahan dan meningitis, serta kurang dari 4%
akibat tumor fossa posterior. Apabila dicermati, terlihat bahwa dari
tahun ke tahun, insiden (kasus baru) maupun prevalensi antara kasus
lama dan kasus baru relatif tidak bertambah.