• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

.

Seputar Psikologi Anak

oleh : Novinta    

Pengarang : Evi Sukmaningrum, M.Si.
    Berbicara mengenai anak tentu saja banyak hal yang perlu dibahas karena banyak para
orang tua saat ini sudah peka akan perkembangannya terutama mengenai perkembangan, dibawah ini contoh yang berkaitan dengan perkembangan anak secara psikologi:

1. Aktif
      Si kecil sedang berada pada tahap perkembangan sensori motorik yang
sangat pesat. Umumnya si 2 tahun memiliki rasa ingin tau yang besar
terhadap lingkungannya. itu sebabnya, ia tampak sanngat aktif
mengeksplorasi apa saja yang ada disekitarnya. Ada baiknya anak tidak
dilarang atau dibatasi ruang geraknya, sehingga dia dapat memuaskan
rasa ingin tahunya. Si kecil akan terbantu apabila anda memberikan
aktivitas fisik yang terarah, sehingga melatihnya mengontrol diri.
Namun perlu dicermati, sejalan dengan perkembangan usianya, apakah
aktivitas anak sesuai atau tidak dengan situasi yang ada.
Misalnya, jika berada dalam kamar dan hendak tidur si kecil masih
berlarian, ajak dia ' membaca ' buku cerita dengan memperagakan
beberapa gerakan yang berkaitan dengan isi cerita. Selain itu,
perhatikan ketika dia bermain dengan beberapa anak seusianya, apakah
perilakunya kurang lebih sama atau sangat berbeda dengan kebanyakkan
anak lain. jika berbeda, Anda dapat menyampaikannya pada, seperti
psikolog atau dokternya. ( Yapina Widyawati, M, Psi. )

2. Tanpa Komunikasi
   
   Meskipun anda tetap berkomunikasi dengan anak, namun relasi Anda dan suami yang tidak harmonis akan mempengaruhi suasana di rumah. anak adalah obsever yang tajam, sehingga relasi yang kurang hangat serta konflik antar orang tua bisa dia lihat dan rasakan. Anak sangat membutuhkan lingkungan keluarga yang hangat yang penuh kasih sayang antar anggota di dalamnya, sehingga emosinyapun bisa berkembang positif. konflik relasi orangtua pada akhirnya sering menyebabkan anak mengalami masalah perilaku dan perkembngan emosinya, seperti lebih menjadi agresif, tantrum ( bisa dalam bentuk marah, rewel dan ngambek ), merasa bersalah, hilangnya rasa percaya terhadap orang lain, memiliki kecemasan yang tinggi, dan sebagainya. Oleh Sebab itu, d4emi kebaikan nda sekeluarga, saya sangat menyarankan Anda dan Suami menyelesaikan masalah, atau meminta bantuan profesional. ( Evi Sukmaningrum, M.Si. )
Diterbitkan di: April 20, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.