Krisis
ekonomi pengaruhnya berbanding terbalik dengan kehidupan seks seseorang. Krisis ekonomi memang mempengaruhi kondisi
keuangan keluarga, namun pengaruhnya terhadap pengalaman seks berbanding terbalik. Kehidupan seks cenderung menarik dan meriah. Bukannya menurut menurut kondisi
ekonomi,
gairah seks malah semakin menanjak.
Survey ini dibuktikan oleh sebuah majalah di New York terhadap seribu orang responden. Survey ini lakukan melalui jaringan telpon.
Kesulitan ekonomi yang melanda Amerika Serikat tak mempengaruhi kehidupan seks warganya. Sebanyak 79 persen responden menyatakan hal tersebut. Lima persen responden malah memberikan jawaban bahwa kehidupan seks mereka semakin panas ketika resesi berlangsung.
Dari 81 persen responden mengatakan bahwa sekali dalam setahun mereka mengalami penurunan gairah seks. Hal ini terjadi bukan karena pengaruh krisis ekonomi namun lebih disebabkan oleh faktor kelelahan fisik dan kondisi perasaan yang buruk. Di lain sisi, 45 persen mengatakan bahwa mereka sering melakukan perencanaan dalam melakukan hubungan seks dengan pasangannya.
Pakar seks, Ian Kerner mengungkapkan secara teoritis masalah ekonomi bisa menurunkan gairah seks, namun yang terjadi di lapangan terjadi yang berbeda. “50 juta orang kini terjebak dalam kebiasaan seks mereka. Keadaan ekonomi kali ini justru meningkatkan libido mereka yang tengah depresi dan stress,” ujarnya.